HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN INTERNASIONAL

Kekerasan terhadap perempuan sampai saat ini masih menjadi isu yang sangat penting, baik itu dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Kekerasan ini terjadi dalam segala bidang kehidupan baik itu dalam lingkungan budaya maupun agama. Terjadinya kekerasan terhadap perempuan pada akhirnya akan menghambat perempuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pendidikan. Terdapat fakta di luar negeri maupun di Indonesia, bahwa perempuan merupakan 40% dari angkatan kerja dunia yang :

“(1) Sebesar 70% dari 1,3 Milyar penduduk miskin dunia yang hidup kurang dari $ 1 perhari (Rp 9000,-/hari); (2) Perempuan menghabiskan 50-70% waktu untuk kerja yang dibayar; (3) Perempuan menghabiskan 2 kali lipat waktu atau lebih dibanding laki-laki untuk kerja tak dibayar (laporan ILO, 2003); (4) Perempuan mengalami kekerasan fisik, psikologis, dan seksual sebagai tenaga kerja dibayar maupun tak dibayar; (5) Mengalami resiko kematian saat hamil dan melahirkan, di mana setiap 100.000 kelahiran hidup terdapat 248 perempuan meninggal (BAPPENAS,2010); (6) Menjadi sasaran fundamentalisme agama untuk tubuh dan kebebasan politiknya; (7) Menanggung hutang untuk pangan, transportasi, pendidikan, kesehatan, jaringan sosial Rp 453. 569 ribu per bulan (Inkrispena, 2010)”

Berdasarkan pada fakta diatas, kekerasan terhadap perempuan bukan lagi merupakan masalah privat melainkan sudah masuk dalam ranah publik. Menurut data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) angka kekerasan terhadap perempuan tiap tahun mengalami peningkatan.

Salah satu mandat Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) adalah meningkatkan kesadaran publik bahwa hak perempuan adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia. Dalam melaksanakan mandat tersebut, Komnas Perempuan setiap tahun melakukan kegiatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP) setiap tanggal 25 November sampai 10 Desember. Sejarah Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) pada awalnya merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Aktivitas ini sendiri pertamakali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute pada tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Sumber:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *