HARI AIDS SEDUNIA

Apakah kalian pernah mendengar istilah ODHA? Mengapa ODHA selalu berhubungan dengan HIV/AIDS?

ODHA adalah singkatan dari Orang Dengan HIV dan AIDS. ODHA merupakan pengganti dari istilah pengidap yang mengarah bahwa orang tersebut telah positif didiagnosa mengidap HIV dan AIDS.

Virus HIV yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Rusaknya sistem kekebalan tubuh pada orang yang terinfeksi HIV menyebabkan orang tersebut muda diserang oleh penyakit. Penurunan sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan ODHA mengalami gejala-gejala menyerupai flu, seperti: lemas, mudah lelah, batuk yang berkepanjangan, demam, sakit kepala, nyeri otot, nafsu makan buruk, mual, pembengkakan kelenjar, berat badan yang turun drastis, dan bercak di kulit. Hal ini tentunya dapat menghambat ODHA untuk beraktivitas secara normal dalam kesehariannya.

ODHA dapat mengalami penurunan kualias hidup. Selain karena menurunannya kualitas kerja akibat penurunan kesehatan, ODHA juga harus menghadapi perlakuan yang diterima dari masyarakat. ODHA sering mendapat stigma buruk akibat dari virus yang menginfeksinya. Pada penelitian yang menyatakan sikap masyarakat Indonesia terhadap ODHA menyebutkan bahwa sebagian besar responden memperlihatkan sikap penolakan terhadap ODHA (62,7%) dan sisanya (37,3%) memperlihatkan sikap positif atau menerima. Melaui stigma tersebut, ODHA dikucilkan dari masyarakat dan menambah beban psikologis dari ODHA.

Salah satu faktor penting dalam kualitas hidup ODHA adalah dukungan sosial. Dukungan sosial yang dapat diberikan berupa perhatian dan bantuan sehingga ODHA tidak merasa didiskriminasi oleh orang-orang sekitar. Dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat sekitar akan membuat ODHA terbantu dalam meningkatkan kualitas hidupnya dan berdampak positif bagi kesehatannya.

Mari kita membantu ODHA agar dapat melanjutkan hidupnya dengan tidak melakukan diskriminasi pada ODHA.

 

 

Sumber:

  • Departemen Kesehatan. (2006). Situasi HIV/AIDS di Indonesia tahun 1987-2006. Retrieved from http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/Situasi%20HIVAIDS%202006.pdf
  • Greene,  Derlega  V.  J.,  Yep,  &  Petronio  S.    (2003). Privacy  and disclosure   of  HIV in   interpersonal   relationship.   London: Lawrence Erlbaum Associates.
  • Sarafino  E.  (2011). Health psychology:  Biopsychosocial  interactions (7th ed). Canada: John Wiley & Sons, Inc.
  • Oktariana O, Hanafi F, Budisuari MA. Hubungan Antara Karakteristik Responden, Keadaan Wilayah Dengan Pengetahuan, Sikap Terhadap HIV/AIDS Pada Masyarakat Indonesia. Buletin Penelitan Sistem Kesehatan. 2009; 12(4).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *