HARI PEDULI AUTISME SEDUNIA (World Autism Awareness Day)

Bertepatan pada hari ini, tangal 2 April merupakan perayaan hari kesadaran autisme sedunia atau World Autism Awareness. Hari peduli Autisme sedunia diperingati setiap tanggal 2 April tahunnya setelah sebelumnya ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 18 Desember 2007.

Autisme adalah suatu kondisi neorologis seumur hidup yang muncul pada anak usia dini, terlepas dari jenis kelamin, rasa atau status ekonomi. Gangguan ini ditandai oleh kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan perilaku repetitive. Autisme memiliki pengaruh besar pada anak-anak, keluarga, dan masyarakat. Istilah autism diperkenalkan oleh Leo Kanner tahun 1943 hingga akhirnya menjadi perhatian di Indonesia sejak 1-2 dekade terakhir, 43% penyandangnya mempunyai kelainan pada lobus parietalis otaknya yang menyebabkan anak tidak mempedulikan lingkungannya. Kelainan juga ditemukan pada otak kecil (cerebellum) terutama pada lobus VI dan VII yang bertanggung jawab pada proses sensoris, daya ingat, berpikir, belajar bahasa dan pemutusan perhatian. Pada struktur otak anak didapatkan jumlah sel Purkinya otak kecil yang sangat sedikit sehingga terjadi gangguan keseimbangan serotonim dan dopamine. Akibatnya terjadi gangguan atau kekacauan impuls di otak. Selain itu, terdapat gangguan biokimiawi otak yaitu kekurangan serotonim, salah satu neurotransmitter yang berfungsi meneruskan informasi di otak.

Gangguan spectrum autism secara diagnostik didasarkan dari kriteria DSM-IV-R yang diringkas oleh Ginanjar (2007:6) :

  1. Gangguan kualitatif dalam interaksi timbal balik:
  2. Gangguan yang nyata dalam berbagai tingkah laku non verbal seperti kontak mata, ekspresi wajah, dan posisi tubuh.
  3. Kegagalan dalam mengembangkan hubungan dengan teman sebaya sesuai tingkat perkembangan.
  4. Kurang mampu melakukan hubungan sosial atau emosional timbal balik.
  5. Gangguan kualitatif dalam komunikasi:
  6. Keterlambatan perkembangan bahasa atau tidak bicara sama sekali.
  7. Pada individu yang mampu berbicara, terdapat gangguan pada kemampuan memulai atau mempertahankan percakapan dengan orang lain.
  8. Penggunaan bahasa yang steoretip, repetitive atau sulit dimengerti.
  9. Pola-pola repetitive dan steorotip yang kaku pada tingkah laku, minat dan aktivitas:
  10. Mempertahankan pada suatu pola minat atau lebih dengan cara yang sangat khas atau berlebih-lebihan
  11. Terpaku pada rutinitas atau ritual yang spesifik dan non fungsional
  12. Ada gerakan-gerakan yang aneh dan khas lalu di ulang-ulang
  13. Sering kali terpaku yang menetap pada bagian-bagian obyek

Seorang anak dapat didiagnosis memiliki gangguan autistic bila simtom-simtom di atas telah tampak sebelum anak mencapai usia 36 bulan.

Selain gangguan dalam komunikasi, perilaku dan interaksi sosial, penyandang spectrum autism juga memiliki gangguan integrasi sensorik pada tiga kategoori utama:

  1. Gangguan Modulasi Sensorik
  2. Gangguan Diskriminasi Sensorik
  3. Ganguan Motorik Berbasis Sensorik

Pada individu dengan disfungsi sensorik, terjadi gangguan pada pencatatan dan interprestasi sensorik sehingga mengakibatkan masalah pada proses belajar, perkembangan tingkah laku.

Spektrum autism muncul dari kombinasi antara faktor genetika dan lingkungan. Warren menjelaskan bahwa secara genetika kecenderungan autism muncul lebih sering pada anak kembar. Prevelensi autism pada anak laki-laki empat kali lebih besar daripada ak perempuan. selain itu disebabkan kurang sempurnanya bentuk gen C48 yang mengatur sistem imun. Adapun dalam prevelensi autism yang didapat faktor pemicunya beragam, anatara lain:

  • Pengaruh racun kimia pada masa pra dan pasca kelahiran, yaitu dari misalnya Dursban dan Diazinon dalam produk pembunuh serangga
  • Kontaminasi logam berat utamanya timbal dan merkuri. Timbal terdapat dalam cat tembok, Merkuri terdapat pada ikan dari laut yang tercemar dan dalam amalgam yang digunakan untuk menambah gigi. Racun merkuri menyebabkan deficit kognitif dan sosial, termasuk dalam mengembangkan kemampuan berbicara, gangguan memori, kesulitan mengartikan kata-kata.
  • Vaksinasi yang menggunakan thimerosal (yang mengandung 49.6% etilmerkuri) sebagai pengawetnya. Pemerintah mewajibkan vaksinasi bagi bayi yang baru lahir. Ini berarti balita yang mendapatkan seluruh suntikan vaksinasi mendapat merkuri sebesar 12.5 mikrogram pada saat lahir, 62.4 mikrogram pada usia dua bulan, 50 mikrogram pada usia 18 bulan. Wakefield menemukan bahwa vaknisasi MMR memicu sawar darah otak dan rembesan kadar darah rendah kuman virus dampak ke dalam sistem syaraf pusa sehingga menyebabkan autism regresif. (Indah, 2011)

Gejala Klinis yang sering dijumpai pada anak autis:

  • Gangguan fisik
  • Gangguan perilaku
  • Gangguan komunikasi dan bahasa
  • Gangguan perilaku motoris
  • Gangguan emosi
  • Gangguan persepsi (Nugraheni, 2012)

Autisme bukanlah penyakit kejiwaan karena ia merupakan gangguan yang terjadi pada otak sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autisme. Autisme sendiri memiliki pengaruh besar pada anak-anak, keluarga dan lingkup masyrakat. Maka dari itu merawat serta memberikan edukasi pada si penderta menjadi tantangn tersendiri bagi penyedia layanan kesehatan dan pendidikan.

Referensi

Indah, R. N. (2011). Autism Awarness & Gender Bias, 1-13.

Nugraheni, S. (2012). Buletin Psikologi. Menguak Belantara Autisme, 1-9.

 

 

MEMPERINGATI HARI BANDUNG LAUTAN API

Pada 24 Maret 1946 silam kota Bandung, provinsi Jawa Barat, menjelma bagai lautan api. Secara serentak, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka dan objek-objek vital di Kota Bandung. Mereka sengaja membumihanguskan kota Bandung untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Keputusan untuk membakar kota Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 1946, yaitu Kolonel A.H Nasituon selaku Komandan Divisi III TRI yang kemudian mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. Akibat peristiwa itu, hampir semua sudut kota terlihat asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Malam itu perang tak terhindarkan lantaran tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling sengit terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung. Di wilayah itu terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu.

Dalam pertempuran itu Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Setelah melakukan pembakaran, penduduk yang berjumlah ribuan itu bersama-sama dengan para pejuang bergerilya ke pegunungan di daerah selatan Bandung. Konvoi tentara dan pejuang Republik Indonesia di Bandung.  Pada 25 Maret 1946 tibalah saatnya para pejuang dan TRI mengumpulkan siasat untuk merebut kembali Kota Bandung. Strategi gerilya mulai dilakukan. Pertempuran demi pertempuran terjadi antara kekuatan republik dan tentara Inggris di daerah selatan Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo Halo Bandung yang diciptakan oleh Ismail Marzuki. Pencipta lagu tersebut sempat menjadi bahan perdebatan.

Peristiwa Bandung Lautan Api ini merupakan rangkaian peristiwa Revolusi Fisik yang terjadi di Indonesia, yang saling berhubungan dengan peristiwa sebelumnya seperti di Sukabumi denganh serangkaian pertempuran yang dimulai pada Desember 1945 dan berjalan sampai Maret 1946 yang dikenal sebagai “Peristiwa Bojongkokosan”.

Sumber:

https://kronologi.id/2019/04/10/kronologi-bandung-lautan-api/

https://www.ayobandung.com/read/2019/03/25/47877/memaknai-nilai-kepahlawanan-dari-peristiwa-bandung-lautan-api

HARI DOWN SYNDROME SEDUNIA

Down syndrome

Apa itu down syndrome?

Down syndrome adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental pada anak yang disebabkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Down syndrome menurut Gunarhadi (2005) adalah suatu kumpulan gejala akibat dari abnormalitas kromosom, biasanya kromosom 21, yang tidak dapat memisahkan diri selama meiosis sehingga terjadi individu dengan 47 kromosom.

Kelainan ini pertama kali ditemukan oleh Seguin dalam tahun 1844. Down adalah dokter dari Inggris yang namanya lengkapnya Langdon Haydon Down. Pada tahun 1866 dokter Down menindaklanjuti pemahaman kelainan yang pernah dikemukakan oleh Seguin tersebut melalui penelitian. Seguin dalam Gunarhadi 2005:13 mengurai tanda-tanda klinis kelainan aneuploidi pada manusia. Seorang individu aneuploidi memiliki kekurangan atau kelebihan di dalam sel tubuhnya. Pada tahun 1970-an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali syndrome ini dengan istilah down syndrome dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama. Sejak tahun 2012, setiap tanggal 21 maret dijadikan hari memperingati down syndrome sedunia. Menariknya pemilihan tanggal 21 maret dikarenakan keunikan trysomi 21 yang menjadi penyebab down syndrome.

World Health Organization (WHO) mengestimasikan terdapat 1kejadian syndrome down per- 1000 kelahiran hingga 1 per-1.100 kelahiran di seluruh dunia. Setiap tahunnya sekitar 3.000 hingga 5.000 anak lahir dengan kondisi ini. WHO memperkirakan ada 8 juta jiwa penderita down syndrome di seluruh dunia.

Penyebab down syndrome       

Penyebab anak down syndrome terdiri dari berbagai macam penyebab yaitu karena faktor asupan obat atau kesalahan asupan saat kehamilan, terpapar radiasi, kelainan kromosom saat pembuahan terjadi, dan karena umur ibu di atas usia 30 tahun. Menurut Oltmanns (2012), peristiwa down syndrome juga berkaitan dengan umur ibu. Sembilan puluh lima penderita down syndrom disebabkan oleh kelebihan kromosom 21. Keadaan ini disebabkan oleh “nondysjunction” kromosom yang terlibat yaitu kromosom 21 dimana semasa proses pembahagian sel secara mitosis pemisahan kromosom 21 tidak berlaku dengan sempurna. Di kalangan 5 % lagi, anak-anak down syndrom disebabkan oleh mekanisma yang dinamakan “Translocation”. Keadaan ini biasanya berlaku oleh pemindahan bahan genetik dari kromosom 14 kepada kromosom 21. Bilangan kromosomnya normal yaitu 23 pasang atau jumlah kesemuanya adalah 46 kromosom (Sekelumit Tentang Down syndrome, http://www.indosiar.com/news/kata/74254/sekelumit-tentang-down-syndrome)

 

 

 

Menurut Gunarhadi (2005 : 27) faktor penyebab down syndrome antara lain:

1)  Hubungan faktor oksigen dengan down syndrome

Down syndrome terjadi bukan karena faktor luar, down syndrome terjadi karena kekurangan kromosom akibat dari kecelakaan yang bersifat genetika yang bisa dideteksi melalui pemeriksaan amniosintesis. Para dokter menekankan bahwa down syndrome tidak terkait dengan segala yang dilakuakan oleh orang tua baik sebelum ataupun selama kehamilan. Down syndrome terjadi bukan karna makanan atau minuman yang dikonsumsi ibunya ketika hamil, tidak juga perasaan traumatis, bukan pula ibu dan ayah melakukan atau menyesali perbuatannya yang telah dialami.

2) Hubungan faktor endogen dengan down syndrome

Down syndrome disebabkan karena adanya kromosom ekstra dalam setiap sel tubuh, faktor penyebab lain yang menimbulkan resiko tingginya resiko mempunyai anak down syndrome adalah umur rang tua. Semakin tua umur  ibu, semakin pula ibu memiliki peluang untuk melahirkan anak down syndrome.

Peningkatan peluang melahirkan anak down syndrome terjadi apabila ibu berusia 35 tahun keatas. Usia berpengaruh terhadap peluang memiliki anak down syndrome, seorang ayah yang berusia 50 tahun terbukti menunjukan pengaruh terhadap konsepsi (pembuahan) janin dengan down syndrome (Stray dalam Gunarhadi 2005 : 9)

Angka kejadian anak yang lahir menjadi down syndrome dikaitkan dengan usia ibu saat kehamilan:

1) 15-29 tahun – 1 kasus dalam 1500 kelahiran hidup.

2) 31-34 tahun – 1 kasus dalam 800 kelahiran hidup.

3) 35-39 tahun – 1 kasus dalam 270 kelahiran hidup.

4) 40-44 tahun – 1 kasus dalam 100 kelahiran hidup.

5) Lebih dari 45 tahun -1 kasus dalam 50 kelahiran hidup.

Terdapat beberapa variasi genetika yang dapat menjadi penyebab Sindrom Down antara lain trisomi 21 klasik, Sindrom Down Mosaik, dan tranlokasi Sindrom Down. Namun hingga saat ini penyebab pasti dari penambahan jumlah kromosom 21 pada kasus Sindrom Down belum diketahui dan masih menjadi hal yang terus menerus diteliti dalam pengembangan ilmu kedokteran.

 

 

 

 

Jenis terapi untuk down syndrome

Terapi untuk penderita down syndrome dilakukan agar penderita bisa menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri. Berikut adalah jenis-jenis terapi yang bisa diterapkan kepada penderita down syndrome:

1) Terapi Fisik (Physio Theraphy)

Terapi ini biasanya diperlukan pertama kali bagi anak down syndrome. Dikarenakan mereka mempunyai otot tubuh yang lemas, terapi ini diberikan agar anak dapat berjalan dengan cara yang benar.

2) Terapi Wicara

Terapi ini perlukan untuk anak down syndrome yang mengalami keterlambatan bicara dan pemahaman kosakata.

3) Terapi Okupasi

Terapi ini diberikan untuk melatih anak dalam hal kemandirian, kognitif/ pemahaman, kemampuan sensorik dan motoriknya. Kemandirian diberikan kerena pada dasarnya anak down syndrome tergantung pada orang lain atau bahkan terlalu acuh sehingga beraktifitas tanpa ada komunikasi dan tidak memperdulikan orang lain. Terapi ini membantu mengembangkan kekuatan dan koordinasi dengan atau tanpa menggunakan alat.

4) Terapi Sensori Integrasi

Sensori Integrasi adalah ketidakmampuan mengolah rangsangan/sensori yang diterima. Terapi ini diberikan bagi anak down syndrome yang mengalami gangguan integrasi sensori misalnya pengendalian sikap tubuh, motorik kasar, motorik halus dll. Dengan terapi ini anak diajarkan melakukan aktivitas dengan terarah sehingga kemampuan otak akan meningkat.

5) Terapi Tingkah Laku (Behaviour Theraphy)

Mengajarkan anak down syndrome yang sudah berusia lebih besar agar memahami tingkah laku yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan norma-norma dan aturan yang berlaku di masyarakat.

Down syndrome memang tidak bisa disembuhkan ataupun diobati. Namun dengan dukungan yang baik dari keluarga, serta rutin menjalani terapi dan pemeriksaan ke dokter, penderita down syndrome dapat menjalani hidup dengan mandiri danterhindar dari segala komplikasi.

 

MEMPERINGATI HARI SURAT PERINTAH SEBELAS MARET

Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) adalah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966. Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu.

Tahapan-tahapan Pasca Keluarnya Supersemar:

– 12 Maret 1966

Dikeluarkannya Pengumuman No. 1 yang menegaskan isi Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/PBR/Mandataris MPRS tanggal 11 maret 1966 dan seruan kepada rakyat untuk membantu Pemerintah dan ABRI dalam memelihara keamanan/ketertiban umum.

– 12 Maret 1966 Pengumuman No. 2 Tahun 1966 agar pengusaha di bidang produksi, distribusi dan jasa, agar menghindarkan rakyat dari kesulitan ekonomi sehari-hari khususnya di bidang sandang pangan.

– 12 Maret 1966 Pengumuman No. 3 Tahun 1966 agar

Pemerintah Daerah memelihara kelancaran pemerintahan, memelihara keamanan/ketertiban umum, menyelenggarakan kesejahteraan rakyat dan memupuk kewaspadaan rakyat dalam rangka konfrontasi terhadap “Malaysia”. (Juga pengumuman No. 4, tapi kepada pemerintah pusat).

– 12 Maret 2006

Keluarnya Perintah Harian yang intinya Soeharto atas nama presiden meminta agar ABRI dan seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan dukungan dalam mengamankan negara dari situasi yang darurat saat itu.

– 12 Maret 2006

Keppres No. 1/3/1966 tentang pembubaran PKI termasuk bagian-bagiannya dari Pusat sampai ke daerah dan juga semua organisasi yang seazas atau bernaung di bawahnya. Selain itu Keppres ini menyatakan PKI sebagai organisasi yang terlarang di Indonesia.

– 14 Maret 1966

Seruan presiden agar para pimpinan, kader dan aktivis PKI serta ormas-ormasnya melaporkan diri ke Peperda sampai akhir Maret 1966.

– 14 Maret 1966

Inpres No. 1/3/ Tahun 1966 agar semua Pimpinan Organisasiorganisasi Politik dan Massa tidak menerima/menampung anggota-anggota ex-PKI serta organisasi-organisasi massanya.

– 18 Maret 1966

Inpres No. 2/3/Tahun 1966 tentang pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah dan juga di universitas.

– 18 Maret 1966

JM Menteri/PANGAD mengeluarkan Pengumuman No. 5/3/Tahun 1966 mengenai tindakan pengamanan terhadap lima belas orang Menteri.

– 18 Maret 2006

Keppres No. 3 dan No. 4/3/1966 tentang penunjukan Menterimenteri ad interim untuk menghindari kevacuman akibat pengamanan terhadap beberapa orang menteri.

– 16, 17, dan 18 Maret 1966

Berturut-turut dikeluarkannya Surat Perintah Presiden/Pangti ABRI/PBR/Mandataris MPRS No. 8/3/1966 tanggal 16 Maret 1966, Surat Perintah Kepala Puspenad No. rin-001/Pus.P/3/1966 tanggal 17 Maret 1966, dan Pengumuman Puspenad No. 001/Sus tanggal 18 Maret serta No. Sus/003 tanggal 23 Maret 1966 tentang media massa (radio, televisi dan pers) agar menyiarkan berita atas sepengetahuan pemerintah dan ABRI.

– 27 Maret 1966

Diumumkan susunan Kabinet Dwikora yang disempurnakan lagi yang diberi penjelasan oleh JM Menteri/PANGAD dan Kepres No. 62/1966 tanggal 27 Maret 1966 mengenai pengangkatan Jenderal AH Nasution sebagai Wakil Panglima Besar KOGAM dengan kedudukan Menteri.

Hingga kini, nasib naskah asli Supersemar belum jelas. Ada yang mengatakan tersimpan di salah satu bank di luar negeri. Namun hal itu masih sulit diyakini karena tidak ada bukti otentik yang membenarkan hal itu. Demikian pula dengan keberadaan di tanah air yang konon di simpan oleh mantan Presiden Soeharto.

World Thinking Day


Tahun ini, World Thinking Day memasuki perayaan ke 94 tahun. Apa itu World Thinking Day?
World Thinking Day atau sebelumnya bernama Thinking Day adalah gerakan yang diinisiasi oleh Girl Guides dan Girl Scouts di seluruh dunia untuk saling memikirkan satu sama lain. Tanggal 22 Februari dipilih sebagai World Thinking Day oleh semua Guides Girl dan Scouts karena itu adalah hari ulang tahun kedua Lord Baden-Powell, pendiri Gerakan Pramuka, dan Olave Baden-Powell, yang merupakan Kepala Panduan Dunia.
Tema dari Hari Berpikir Dunia setiap tahun mendorong para anggota untuk memikirkan tentang masalah besar yang memengaruhi mereka dan komunitas global mereka. Pada hari ini, Girl Guides dan Girl Scouts diminta untuk memikirkan “saudara perempuan” mereka di semua negara di dunia dan menggunakan ini sebagai kesempatan untuk belajar dan menghargai negara dan budaya lain, dan sama-sama meningkatkan kesadaran dan sensitivitas pada masalah global. Hari-Hari Berpikir Dunia Sebelumnya telah menangani masalah-masalah kemiskinan, ketidaksetaraan jender, kelestarian lingkungan dan akses ke pendidikan. Sumbangan dikumpulkan untuk Thinking Day Fund yang mendukung proyek untuk membantu Girl Guides dan Scouts di seluruh dunia.
World Association of Girl Guides and Girl Scouts (WAGGGS) sebagai organisasi yang membimbing dan membentuk asosiasi kepanduan di seluruh dunia adalah gerakan sukarela terbesar yang didedikasikan untuk anak perempuan dan perempuan muda di dunia yang didirikan pada 1928. WAGGGS mendukung anak perempuan dan perempuan muda untuk mengembangkan potensi mereka sepenuhnya sebagai warga dunia yang bertanggung jawab. Sebagai anggota Girlguiding dan WAGGGS, anak perempuan dan sukarelawan dapat mengunjungi World Centers di London, India, Meksiko, Swiss atau di seluruh Afrika dan memanfaatkan peluang sukarela internasional dan program pendidikan.

https://www.girlguiding.org.uk/what-we-do/international-adventures/wagggs/
https://www.wagggs.org/en/our-world/
https://www.seacoastonline.com/news/20200218/world-thinking-day-girl-scouts-celebrate-global-sisterhood

HARI KEADILAN SOSIAL SEDUNIA

Keadilan/Kesetaraan sosial adalah tata politik sosial di mana semua orang yang berada dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu memiliki status yang sama. Setidaknya, keadilan/kesetaraan sosial mencakup hak yang sama di bawah hukum, merasakan keamanan, memperolehkan hak suara, mempunyai kebebasan untuk berbicara dan berkumpul, dan sejauh mana hak tersebut tidak merupakan hak-hak yang bersifat atau bersangkutan secara personal. hak-hak ini dapat pula termasuk adanya akses untuk mendapatkan pendidikan, perawatan kesehatan dan pengamanan sosial lainnya yang sama dalam kewajiban yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Majelis Umum PBB menyatakan 20 Februari sebagai Hari Keadilan Sosial di pertemuan mereka pada 2007. Majelis Umum PBB mengundang negara-negara anggota untuk mengabdikan hari itu untuk mempromosikan kegiatan nasional sesuai dengan tujuan dan sasaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dunia untuk Pembangunan Sosial pada 1995. Pada KTT itu, para pemimpin berjanji untuk memberantas kemiskinan, menyediakan pekerjaan, dan melakukan pembinaan integrasi sosial dengan target pembangunan global.

Seperti yang diakui oleh KTT Dunia, pembangunan sosial untuk keadilan sosial, solidaritas, harmoni dan kesetaraan dalam dan di antara negara-negara dan keadilan sosial; kesetaraan dan keadilan merupakan nilai-nilai fundamental dari semua masyarakat. Untuk mencapai  “masyarakat untuk semua” pemerintah membuat komitmen untuk menciptakan kerangka kerja untuk tindakan mempromosikan keadilan sosial di tingkat nasional, regional, dan internasional. Mereka juga berjanji untuk mempromosikan pemerataan pendapatan dan akses yang lebih besar ke sumber daya melalui ekuitas dan kesetaraan dan kesempatan bagi semua. Pemerintah juga harus menekankan pertumbuhan ekonomi harus mendorong kesetaraan dan keadilan sosial dan bahwa “masyarakat untuk semua” harus didasarkan pada keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.

Gejolak sosial yang terjadi dalam masyarakat, tentu saja terkait dengan fenomena ketidakadilan yang terjadi. Peristiwa apapun yang kemudian menimbulkan gejolak, hampir dipastikan karena tercerabutnya nilai-nilai keadilan dalam masyarakat, entah itu bagaimana para penguasanya atau tekanan-tekanan dari masing-masing pihak yang terlalu dipertanyakan.

Di Indonesia saja, fenomena ketidakadilan itu hampir menyelesaikan titik nadirnya, di mana dapat diterima dari berbagai gejolak sosial yang timbul hampir dari waktu ke waktu. Ada benarnya karena kita tak hanya dijauhkan dari nilai-nilai Pancasila, tetapi sebaliknya malah meninggalkannya. “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” serasa jauh panggang dari api, melihat dari sekian rentetan gejolak yang terjadi bertubi-tubi.

Suatu peristiwa memang dapat dimaknai oleh masing-masing pihak, tergantung dari sudut mana kita terlihat. Ada pihak yang senang dilecehkan karena simbolnya dirusak, lalu beramai-ramai mengutuk sampai-sampai yang tidak paham duduk sibuk juga ikut-ikutan membuat anarkis.
http://www.satuharapan.com/read-detail/read/hari-keadilan-sosial-pbb-dorong-masyarakat-internasional-dobrak-ketidaksetaraan
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kesetaraan_sosial
https://kumparan.com/amp/syahirul-alim1526287359707/kita-gejolak-sosial-dan-atas-nama-keadilan-1540439092373881915

HARI PERINGATAN PEMBELA TANAH AIR

Pada tanggal 14 Februari di dalam sejarah nasional Indonesia, ditetapkan sebagai peringatan peristiwa Pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air) di Kota Blitar pada tahun 1945. Tepatnya 6 bulan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemberontakan PETA ini dipimpin oleh Shodancho Supriyadi, yang hingga saat ini dikabarkan raib entah kemana, namun ditetapkan sebagai Pahlawan nasional.

Akhirnya, tercatat dalam sejarah nasional Indonesia bahwa pada tanggal 14 Februari 1945 dini hari pukul 03.00 WIB, pasukan PETA dibawah komando Shodancho Supriyadi menyerang Hotel Sakura kediaman para perwira militer Kekaisaran Jepang, juga markas Kempetai dan tempat tempat lainnya yang menjadi kediaman tentara Jepang.

Di luar dugaan ternyata tempat- tempat yang diserang tentara PETA dengan mortir dan senapan mesin ini telah dikosongkan, karena rencana pemberontakan PETA telah bocor dan diketahui oleh tentara Jepang.

Setidaknya dengan mengingat kisah perjuangan para pahlawan diatas, kita sebagai putra- putri bangsa Indonesia saat ini, dapat mengambil sikap mewarisi semangat nasionalisme, untuk membebaskan bangsanya,dan tanah airnya dari cengkeraman penjajahan negara asing.

SELAMAT HARI BELA NEGARA

“MENUMBUHKAN KESADARAN PENTINGNYA BELA NEGARA BAGI GENERASI MILENIAL TERHADAP NKRI”

Menjadi warga Negara berarti menjadi salah satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan begitu, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjaga Negara kita dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar Negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan adanya sikap bela negara. Kata bela Negara mungkin begitu berat terdengar di era milenial ini. Bela Negara tidak hanya sekedar mempertahankan kemerdekaan dari penjajah, tapi juga mengisi kemerdekaan dengan berbagai tindakan yang positif, membela Negara pada dasarnya mempertahankan Negara dari kehancuran. Di dalam Undang–Undang Dasar tahun 1945 pada pasal 27 ayat 3 berbunyi “Setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara”, dalam pasal tersebut menjelaskan bahwasannya kita sebagai warga Negara Indonesia ikut serta dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Lalu seberapa pentingkah Bela Negara pada generasi milenial sekarang? Saat ini generasi milenial mendapatkan tantangan cukup berat yaitu, menyikapi kemajuan teknologi informasi dengan keberadaan media sosial. Meski di satu sisi, media sosial banyak membawa dampak positif. Namun, media sosial pula memiliki dampak negatif yang luar biasa yaitu, hoax (berita bohong), hate speech (ujaran kebencian), dan adu domba menjadi suatu fenomena yang luar biasa. Ironisnya dampak negatif inilah yang jelas–jelas dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Terlepas dari baik–buruknya terhadap generasi milenial, kita sebagai pemuda penerus bangsa seharusnya dapat ikut serta dalam menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, tidak hanya melakukan Bela Negara dengan memerangi berbagai  upaya yang ingin mengancam keutuhan NKRI, namun kita sebagai generasi milenial penerus bangsa kita dapat berprestasi dalam berbagai segala bidang, baik itu bidang akademik atau bidang non–akademik. Sebuah karya yang dapat memajukan Indonesia agar lebih maju, utuh lewat prestasi dan sebuah karya. Kita sebagai generasi milenial harus selalu mencoba untuk tidak selalu menjadi “budak” di Negara lain. Sudah waktunya kita yang membuat sesuatu dengan ciri khas Indonesia. Dalam berkarya untuk bangsa, kita harus tau apa yang kita suka, kecintaan terhadap apa yang kita kerjakan, kita juga harus cerdas sebagai generasi milenial di era sekarang ini, dan yang terpenting adalah kita harus bekerja sama dalam perbedaan. Karena Indonesia adalah keberagaman, maka Indonesia pula bersatu dalam kesatuan untuk menjaga keutuhan bangsa.

 

 

 

HARI HAK ASASI MANUSIA SEDUNIA

SELAMAT HARI HAK ASASI MANUSIA SEDUNIA

Menurut UU No 39/1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Pada deklarasi HAM yang dicetuskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Desember 1948, tidak berlebihan jika dikatakan sebagai puncak peradaban umat manusia setelah dunia mengalami malapetaka akibat kekejaman dan keaiban yang dilakukan negara-negara Fasis dan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Pada deklarasi HAM sedunia itu mengandung makna ganda, baik ke luar (antar negara-negara) maupun ke dalam (antar negara-bangsa), berlaku bagi semua bangsa dan pemerintahan di negara-negaranya masing-masing. Makna ke luar adalah berupa komitmen untuk saling menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan antar negara-bangsa, agar terhindar dan tidak terjerumus lagi dalam malapetaka peperangan yang dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan makna ke dalam, mengandung pengertian bahwa Deklarasi HAM sedunia itu harus senantiasa menjadi kriteria objektif oleh rakyat dari masing-masing negara dalam menilai setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahnya.

Seperti diketahui, bahwa HAM itu adalah bersifat universal. Namun demikian pelaksanaan HAM tidak mungkin disamaratakan antara satu negara dengan negara yang lain. Masing-masing negara tentu mempunyai perbedaan konteks sosial, kultural maupun hukumnya. Tegaknya HAM selalu mempunyai hubungan korelasional positif dengan tegaknya negara hukum. Dengan dibentuknya KOMNAS HAM dan Pengadilan HAM, regulasi hukum HAM dengan ditetapkannya UU No. 39 Tahun 1999 dan UU No. 26 Tahun 2000 serta dipilihnya para hakim ad hoc, akan lebih menyegarkan iklim penegakkan hukum yang sehat. Artinya kebenaran hukum dan keadilan hams dapat dinikmati oleh setiap warganegara secara egaliter. Disadari atau tidak, dengan adanya political will dari pemerintah terhadap penegakkan HAM, hal itu akan berimplikasi terhadap budaya politik yang lebih sehat dan proses demokratisasi yang lebih cerah. Seperti diketahui, di Indonesia telah terjadi banyak kasus yang diindikasikan sebagai pelanggaran HAM berat, terutama kasus kekerasan struktural yang melibatkan aparat negara (polisi dan militer) dengan akibat jatuhnya korban dari kalangan penduduk sipil.

Di antara sederetan kasus yang mendapat sorotan tajam dunia internasional, adalah kasus DOM di Aceh, Tanjung Priuk, Timor-Timur pasca jajak pendapat, tragedi Santa Cruz, Liquisa, Semanggi dan Trisakti. Pelanggaran pelanggaran tersebut dinilai cukup serius dan bukanlah sebagai kejahatan biasa, tetapi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan (crime against humanity). Dewasa ini, meskipun ditengarai banyak kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia, tetapi secara umum Implementasi HAM di Indonesia, baik menyangkut perkembangan dan penegakkannya mulai menampakkan tanda-tanda kemajuan. Hal ini terlihat dengan adanya regulasi hukum HAM melalui peraturan perundangundangan. Di samping itu telah dibentuknya Pengadilan HAM dalam upaya menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi.
https://www.academia.edu/12111419/Artikel_Tentang_HAM

https://media.neliti.com/media/publications/122937-ID-konsepsi-hak-asasi-manusia-dan-implement.pdf

 

HARI AIDS SEDUNIA

Apakah kalian pernah mendengar istilah ODHA? Mengapa ODHA selalu berhubungan dengan HIV/AIDS?

ODHA adalah singkatan dari Orang Dengan HIV dan AIDS. ODHA merupakan pengganti dari istilah pengidap yang mengarah bahwa orang tersebut telah positif didiagnosa mengidap HIV dan AIDS.

Virus HIV yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Rusaknya sistem kekebalan tubuh pada orang yang terinfeksi HIV menyebabkan orang tersebut muda diserang oleh penyakit. Penurunan sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan ODHA mengalami gejala-gejala menyerupai flu, seperti: lemas, mudah lelah, batuk yang berkepanjangan, demam, sakit kepala, nyeri otot, nafsu makan buruk, mual, pembengkakan kelenjar, berat badan yang turun drastis, dan bercak di kulit. Hal ini tentunya dapat menghambat ODHA untuk beraktivitas secara normal dalam kesehariannya.

ODHA dapat mengalami penurunan kualias hidup. Selain karena menurunannya kualitas kerja akibat penurunan kesehatan, ODHA juga harus menghadapi perlakuan yang diterima dari masyarakat. ODHA sering mendapat stigma buruk akibat dari virus yang menginfeksinya. Pada penelitian yang menyatakan sikap masyarakat Indonesia terhadap ODHA menyebutkan bahwa sebagian besar responden memperlihatkan sikap penolakan terhadap ODHA (62,7%) dan sisanya (37,3%) memperlihatkan sikap positif atau menerima. Melaui stigma tersebut, ODHA dikucilkan dari masyarakat dan menambah beban psikologis dari ODHA.

Salah satu faktor penting dalam kualitas hidup ODHA adalah dukungan sosial. Dukungan sosial yang dapat diberikan berupa perhatian dan bantuan sehingga ODHA tidak merasa didiskriminasi oleh orang-orang sekitar. Dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat sekitar akan membuat ODHA terbantu dalam meningkatkan kualitas hidupnya dan berdampak positif bagi kesehatannya.

Mari kita membantu ODHA agar dapat melanjutkan hidupnya dengan tidak melakukan diskriminasi pada ODHA.

 

 

Sumber:

  • Departemen Kesehatan. (2006). Situasi HIV/AIDS di Indonesia tahun 1987-2006. Retrieved from http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/Situasi%20HIVAIDS%202006.pdf
  • Greene,  Derlega  V.  J.,  Yep,  &  Petronio  S.    (2003). Privacy  and disclosure   of  HIV in   interpersonal   relationship.   London: Lawrence Erlbaum Associates.
  • Sarafino  E.  (2011). Health psychology:  Biopsychosocial  interactions (7th ed). Canada: John Wiley & Sons, Inc.
  • Oktariana O, Hanafi F, Budisuari MA. Hubungan Antara Karakteristik Responden, Keadaan Wilayah Dengan Pengetahuan, Sikap Terhadap HIV/AIDS Pada Masyarakat Indonesia. Buletin Penelitan Sistem Kesehatan. 2009; 12(4).