SELAMAT HARI BELA NEGARA

“MENUMBUHKAN KESADARAN PENTINGNYA BELA NEGARA BAGI GENERASI MILENIAL TERHADAP NKRI”

Menjadi warga Negara berarti menjadi salah satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan begitu, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjaga Negara kita dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar Negeri. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan adanya sikap bela negara. Kata bela Negara mungkin begitu berat terdengar di era milenial ini. Bela Negara tidak hanya sekedar mempertahankan kemerdekaan dari penjajah, tapi juga mengisi kemerdekaan dengan berbagai tindakan yang positif, membela Negara pada dasarnya mempertahankan Negara dari kehancuran. Di dalam Undang–Undang Dasar tahun 1945 pada pasal 27 ayat 3 berbunyi “Setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara”, dalam pasal tersebut menjelaskan bahwasannya kita sebagai warga Negara Indonesia ikut serta dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Lalu seberapa pentingkah Bela Negara pada generasi milenial sekarang? Saat ini generasi milenial mendapatkan tantangan cukup berat yaitu, menyikapi kemajuan teknologi informasi dengan keberadaan media sosial. Meski di satu sisi, media sosial banyak membawa dampak positif. Namun, media sosial pula memiliki dampak negatif yang luar biasa yaitu, hoax (berita bohong), hate speech (ujaran kebencian), dan adu domba menjadi suatu fenomena yang luar biasa. Ironisnya dampak negatif inilah yang jelas–jelas dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Terlepas dari baik–buruknya terhadap generasi milenial, kita sebagai pemuda penerus bangsa seharusnya dapat ikut serta dalam menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, tidak hanya melakukan Bela Negara dengan memerangi berbagai  upaya yang ingin mengancam keutuhan NKRI, namun kita sebagai generasi milenial penerus bangsa kita dapat berprestasi dalam berbagai segala bidang, baik itu bidang akademik atau bidang non–akademik. Sebuah karya yang dapat memajukan Indonesia agar lebih maju, utuh lewat prestasi dan sebuah karya. Kita sebagai generasi milenial harus selalu mencoba untuk tidak selalu menjadi “budak” di Negara lain. Sudah waktunya kita yang membuat sesuatu dengan ciri khas Indonesia. Dalam berkarya untuk bangsa, kita harus tau apa yang kita suka, kecintaan terhadap apa yang kita kerjakan, kita juga harus cerdas sebagai generasi milenial di era sekarang ini, dan yang terpenting adalah kita harus bekerja sama dalam perbedaan. Karena Indonesia adalah keberagaman, maka Indonesia pula bersatu dalam kesatuan untuk menjaga keutuhan bangsa.

 

 

 

HARI HAK ASASI MANUSIA SEDUNIA

SELAMAT HARI HAK ASASI MANUSIA SEDUNIA

Menurut UU No 39/1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Pada deklarasi HAM yang dicetuskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 Desember 1948, tidak berlebihan jika dikatakan sebagai puncak peradaban umat manusia setelah dunia mengalami malapetaka akibat kekejaman dan keaiban yang dilakukan negara-negara Fasis dan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Pada deklarasi HAM sedunia itu mengandung makna ganda, baik ke luar (antar negara-negara) maupun ke dalam (antar negara-bangsa), berlaku bagi semua bangsa dan pemerintahan di negara-negaranya masing-masing. Makna ke luar adalah berupa komitmen untuk saling menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan antar negara-bangsa, agar terhindar dan tidak terjerumus lagi dalam malapetaka peperangan yang dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan makna ke dalam, mengandung pengertian bahwa Deklarasi HAM sedunia itu harus senantiasa menjadi kriteria objektif oleh rakyat dari masing-masing negara dalam menilai setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahnya.

Seperti diketahui, bahwa HAM itu adalah bersifat universal. Namun demikian pelaksanaan HAM tidak mungkin disamaratakan antara satu negara dengan negara yang lain. Masing-masing negara tentu mempunyai perbedaan konteks sosial, kultural maupun hukumnya. Tegaknya HAM selalu mempunyai hubungan korelasional positif dengan tegaknya negara hukum. Dengan dibentuknya KOMNAS HAM dan Pengadilan HAM, regulasi hukum HAM dengan ditetapkannya UU No. 39 Tahun 1999 dan UU No. 26 Tahun 2000 serta dipilihnya para hakim ad hoc, akan lebih menyegarkan iklim penegakkan hukum yang sehat. Artinya kebenaran hukum dan keadilan hams dapat dinikmati oleh setiap warganegara secara egaliter. Disadari atau tidak, dengan adanya political will dari pemerintah terhadap penegakkan HAM, hal itu akan berimplikasi terhadap budaya politik yang lebih sehat dan proses demokratisasi yang lebih cerah. Seperti diketahui, di Indonesia telah terjadi banyak kasus yang diindikasikan sebagai pelanggaran HAM berat, terutama kasus kekerasan struktural yang melibatkan aparat negara (polisi dan militer) dengan akibat jatuhnya korban dari kalangan penduduk sipil.

Di antara sederetan kasus yang mendapat sorotan tajam dunia internasional, adalah kasus DOM di Aceh, Tanjung Priuk, Timor-Timur pasca jajak pendapat, tragedi Santa Cruz, Liquisa, Semanggi dan Trisakti. Pelanggaran pelanggaran tersebut dinilai cukup serius dan bukanlah sebagai kejahatan biasa, tetapi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan (crime against humanity). Dewasa ini, meskipun ditengarai banyak kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia, tetapi secara umum Implementasi HAM di Indonesia, baik menyangkut perkembangan dan penegakkannya mulai menampakkan tanda-tanda kemajuan. Hal ini terlihat dengan adanya regulasi hukum HAM melalui peraturan perundangundangan. Di samping itu telah dibentuknya Pengadilan HAM dalam upaya menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi.
https://www.academia.edu/12111419/Artikel_Tentang_HAM

https://media.neliti.com/media/publications/122937-ID-konsepsi-hak-asasi-manusia-dan-implement.pdf

 

HARI AIDS SEDUNIA

Apakah kalian pernah mendengar istilah ODHA? Mengapa ODHA selalu berhubungan dengan HIV/AIDS?

ODHA adalah singkatan dari Orang Dengan HIV dan AIDS. ODHA merupakan pengganti dari istilah pengidap yang mengarah bahwa orang tersebut telah positif didiagnosa mengidap HIV dan AIDS.

Virus HIV yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Rusaknya sistem kekebalan tubuh pada orang yang terinfeksi HIV menyebabkan orang tersebut muda diserang oleh penyakit. Penurunan sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan ODHA mengalami gejala-gejala menyerupai flu, seperti: lemas, mudah lelah, batuk yang berkepanjangan, demam, sakit kepala, nyeri otot, nafsu makan buruk, mual, pembengkakan kelenjar, berat badan yang turun drastis, dan bercak di kulit. Hal ini tentunya dapat menghambat ODHA untuk beraktivitas secara normal dalam kesehariannya.

ODHA dapat mengalami penurunan kualias hidup. Selain karena menurunannya kualitas kerja akibat penurunan kesehatan, ODHA juga harus menghadapi perlakuan yang diterima dari masyarakat. ODHA sering mendapat stigma buruk akibat dari virus yang menginfeksinya. Pada penelitian yang menyatakan sikap masyarakat Indonesia terhadap ODHA menyebutkan bahwa sebagian besar responden memperlihatkan sikap penolakan terhadap ODHA (62,7%) dan sisanya (37,3%) memperlihatkan sikap positif atau menerima. Melaui stigma tersebut, ODHA dikucilkan dari masyarakat dan menambah beban psikologis dari ODHA.

Salah satu faktor penting dalam kualitas hidup ODHA adalah dukungan sosial. Dukungan sosial yang dapat diberikan berupa perhatian dan bantuan sehingga ODHA tidak merasa didiskriminasi oleh orang-orang sekitar. Dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat sekitar akan membuat ODHA terbantu dalam meningkatkan kualitas hidupnya dan berdampak positif bagi kesehatannya.

Mari kita membantu ODHA agar dapat melanjutkan hidupnya dengan tidak melakukan diskriminasi pada ODHA.

 

 

Sumber:

  • Departemen Kesehatan. (2006). Situasi HIV/AIDS di Indonesia tahun 1987-2006. Retrieved from http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/Situasi%20HIVAIDS%202006.pdf
  • Greene,  Derlega  V.  J.,  Yep,  &  Petronio  S.    (2003). Privacy  and disclosure   of  HIV in   interpersonal   relationship.   London: Lawrence Erlbaum Associates.
  • Sarafino  E.  (2011). Health psychology:  Biopsychosocial  interactions (7th ed). Canada: John Wiley & Sons, Inc.
  • Oktariana O, Hanafi F, Budisuari MA. Hubungan Antara Karakteristik Responden, Keadaan Wilayah Dengan Pengetahuan, Sikap Terhadap HIV/AIDS Pada Masyarakat Indonesia. Buletin Penelitan Sistem Kesehatan. 2009; 12(4).

HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN INTERNASIONAL

Kekerasan terhadap perempuan sampai saat ini masih menjadi isu yang sangat penting, baik itu dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Kekerasan ini terjadi dalam segala bidang kehidupan baik itu dalam lingkungan budaya maupun agama. Terjadinya kekerasan terhadap perempuan pada akhirnya akan menghambat perempuan untuk terlibat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pendidikan. Terdapat fakta di luar negeri maupun di Indonesia, bahwa perempuan merupakan 40% dari angkatan kerja dunia yang :

“(1) Sebesar 70% dari 1,3 Milyar penduduk miskin dunia yang hidup kurang dari $ 1 perhari (Rp 9000,-/hari); (2) Perempuan menghabiskan 50-70% waktu untuk kerja yang dibayar; (3) Perempuan menghabiskan 2 kali lipat waktu atau lebih dibanding laki-laki untuk kerja tak dibayar (laporan ILO, 2003); (4) Perempuan mengalami kekerasan fisik, psikologis, dan seksual sebagai tenaga kerja dibayar maupun tak dibayar; (5) Mengalami resiko kematian saat hamil dan melahirkan, di mana setiap 100.000 kelahiran hidup terdapat 248 perempuan meninggal (BAPPENAS,2010); (6) Menjadi sasaran fundamentalisme agama untuk tubuh dan kebebasan politiknya; (7) Menanggung hutang untuk pangan, transportasi, pendidikan, kesehatan, jaringan sosial Rp 453. 569 ribu per bulan (Inkrispena, 2010)”

Berdasarkan pada fakta diatas, kekerasan terhadap perempuan bukan lagi merupakan masalah privat melainkan sudah masuk dalam ranah publik. Menurut data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) angka kekerasan terhadap perempuan tiap tahun mengalami peningkatan.

Salah satu mandat Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) adalah meningkatkan kesadaran publik bahwa hak perempuan adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia. Dalam melaksanakan mandat tersebut, Komnas Perempuan setiap tahun melakukan kegiatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP) setiap tanggal 25 November sampai 10 Desember. Sejarah Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) pada awalnya merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Aktivitas ini sendiri pertamakali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute pada tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Sumber:

 

HARI PAHLAWAN

Selamat Hari Pahlawan

Jadilah generasi muda yang memberikan dampak positif sebagai motor bagi kemajuan bangsa, untuk menuju bangsa yang adil dan makmur.

Ada istilah umum yang mengatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang meghargai dan menghormati jasa pahlawannya.” Seperti kata Bung Karno yang juga mengatakan “Negara yang besar adalah yang tidak melupakan jas merah,” artinya tidak akan melupakan sejarah suatu bangsa tersebut. Para pahlawan yang rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan negara Indonesia. Kita memang tidak ikut serta dalam perjuangan yang mengorbankan ribuan nyawa di Surabaya pada waktu itu. Namun kita, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa sudah sepatutnya memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman. Jadilah pahlawan dengan meniru semangat juang para pahlawan kita yang telah gugur dengan berkontribusi terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Bangsa ini membutuhkan banyak pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai. Jadilah pahlawan dalam segala bidang kehidupan.

Hari Pahlawan memang diperingati setiap 10 November, tapi jadilah pahlawan setiap harinya dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pahlawan yang dimulai untuk diri sendiri dan keluarga dengan mencetak prestasi hingga akhirnya menjadi pahlawan bagi negeri ini. Jangan jadikan Hari Pahlawan ini sebagai unsur seremoni belaka tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan dari pahlawan kita. Sebagai generasi muda sudah saatnya kita mengambil nilai-nilai tersebut yang direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita memiliki cita-cita untuk membentuk Indonesia sebagai negara yang damai, adil, sejahtera dan tentunya jujur. Tapi sudahkah Indonesia menjadi negeri yang jujur sementara kasus korupsi semakin merajalela di bumi pertiwi ?

Sebagai generasi muda, menjadi bangsa pemberantas korupsi adalah yang dibutuhkan. Jangan menjadi seseorang yang justru melakukan tindakan yang merugikan negara tersebut. Jadilah bangsa yang pemberani dan tegas melawan segala ketidakjujuran demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Melihat kondisi generasi muda saat ini, rasanya jauh sekali jika dikatakan sudah menerapkan nilai juang dari para pahlawan. Para pahlawan saling bekerja sama mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga titik darah penghabisan pun dilakukan. Banyak generasi muda saat ini yang bersikap apatis, bersikap acuh yang tingkat kepedulian terhadap sesama dan masalah dalam negeri sangat tipis. Padahal, generasi muda memiliki tugas lainnya, memang bukan lagi melawan para penjajah, tetapi bertempur dengan segala ketertinggalan seperti kebodohan dan kemiskinan dalam negeri.

Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, semakin membuat peran generasi muda sebagai agen perubahan kurang menonjol. Banyak yang menyalahgunakan teknologi digital ini dengan melakukan perbuatan yang sebetulnya tidak perlu. Perilaku konsumtif, aktivitas di dunia maya semakin membuat mereka terlena di dunia yang serba instan saat ini. Belum lagi masalah tawuran antar pemuda, narkotika di kalangan remaja, dan perilaku seks bebas yang terus meningkat, merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Semakin jauh generasi muda dari kegiatan yang produktif dan positif, maka semakin jauh jalan bagi Indonesia untuk menjadi negara yang makmur karena sang pembaharu masa depan yang masih belum memahami peran mereka sesungguhnya. Generasi muda sudah seharusnya memiliki jiwa kepemimpinan yang harus selalu maju ke depan karena masa depan bangsa ada ditangan anak-anak muda. Penting untuk memiliki sikap kepemimpinan dengan kepekaan terhadap masalah sosial, lingkungan, dan politik sebagai representasi wajah baru bangsa Indonesia.

 

https://sahabatpegadaian.com/inspirasi/makna-hari-pahlawan-bagi-generasi-mudaS

HARI SUMPAH PEMUDA

Selamat HarI Sumpah Pemuda!

Pemuda dan pemudi adalah salah satu tonggak yang kokoh dalam pondasi negara indonesia. Dimana, peran pemuda dan pemudi indonesia bagi kemerdekaan akan sangat penting. Maka pada saat itu pada tanggal 28 oktober 1928 tercetuslah ikrar sumpah pemuda yang diucapkan oleh pemuda dan pemudi indonesia. Didalam isi dari sumpah itu berisikan tentang janji para pemuda dan pemudi indonesia untuk mencintai tanah air, bangsa, dan negaranya serta bahasanya yaitu bahasa indonesia. Oleh karena itu, setiap tanggal 28 oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur untuk membela bangsa indonesia agar tetap berdiri dengan kokoh.

Zaman dahulu pemuda Indonesia berjuang keras melawan penjajah dan bercita-cita untuk membebaskan Indonesia dari jajahan penjajah. Awalnya, pada Kongres Pemuda I yang diadakan pada tahun 1926 menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya. Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti jong java, jong sumatra, jong betawi, dan organisasi pemuda lainnya. Lalu, dilakukan pertemuan perwakilan antar daerah yang kedua pada Kongres Pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia), pertemuan ini membuahkan hasil.dan akhirnya tercetuskanlah Sumpah Pemuda itu.

Dari sinilah, benih-benih persatuan antar pemuda Indonesia tumbuh. Berbeda  dengan zaman dulu, zaman sekarang pemuda Indonesia menganggap persatuan itu kurang penting. Dari luar, pemuda Indoenesia terlihat sangat menjunjung tinggi persatuan. Nyatanya tidak. Di luar, pondasi kita sebagai pemuda Indonesia cukup kuat. Akan tetapi di dalamnya sangatlah rapuh. Banyak sekali dari kita yang masih tak peduli dengan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Bahkan sampai sekarang kita masih terjajah pun, kita tidak menyadarinya. Hampir seluruh pemuda Indonesia terjajah dengan teknologi yang ada, kebiasaan yang tidak sesuai dengan negara kita, dan hal-hal buruk lain. Kita bahkan egois dengan tidak menimbang-nimbang pendapat orang lain di sekitar kita. Kita berpikir, apa yang kita lakukan adalah hal yang terbaik. Padahal, jika kita menggabungkan seluruh pemikiran kita menjadi satu, kita dapat membuahkan sebuah pemikiran yang hebat.

Jika kita tidak memperbaikinya mulai dari sekarang apa yang akan terjadi pada generasi muda selanjutnya? Akankah mereka nantinya lebih baik dari kita ataukah lebih buruk dari kita? Kitalah yang menentukan, apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, ayo para pemudaku hilangkan rasa egois yang melekat pada diri kita. Jadikanlah bangsa Indonesia bangsa yang pondasinya kuat, karena pemuda di dalamnya bersatu untuk menjadikan Indonesia lebih baik dari sebelumnya.

 

 

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kongres_Pemuda

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74

🙏🙏 Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏
👋👋Halo teman-teman👋👋

🇮🇩 Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke – 74! 🇮🇩

Berbicara tentang kemerdekaan Indonesia pastinya kurang lengkap jika tidak mengulas sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan memaknai rangkaian kejadian yang menjadi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, rasa cinta dan nasionalisme kita terhadap Bangsa Indonesia akan semakin bertambah. Teman-teman, ternyata banyak sekali lho peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi sejarah kemerdekaan Indonesia. Misalnya saja peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia, peristiwa Rengasdengklok, dan masih banyak lagi. Untuk itu, yuk simak beberapa sejarah dari peristiwa kemerdekaan Indonesia!

1.   Perjuangan Bangsa Indonesia

Sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia diawali dengan penjajahan oleh bangsa Portugis. Pada awal abad ke-16, bangsa Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang tiba di Nusantara, dan mereka memiliki tiga tujuan yaitu:
A. Tujuan ekonomi, yaitu mencari keuntungan yang besar dari hasil perdagangan rempah – rempah. Membeli dengan harga murah di Maluku, dan menjualnya dengan harga tinggi di Eropa.
B. Tujuan agama, yaitu menyebarkan agama katolik roma.
C. Tujuan petualangan, yaitu mencari daerah jajahan.(tujuan ini lebih dikenal dengan Gold, Glory, Gospel. Gold, yaitu mencari emas dan mencari kekayaan. Glory, yaitu mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan. Gospel, yaitu tugas suci menyebarkan agama Katolik roma)

Setelah bangsa tersebut berhasil menjajah Indonesia, bangsa Eropa lainnya ikut tergiur untuk menjajah Indonesia dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan salah satunya yaitu bangsa Spanyol. Setelah berjuang melawan penjajahan bangsa Eropa, bangsa Indonesia kembali harus berjuang untuk melawan penjajahan Belanda. Pada tahun 1602 Belanda berhasil mendirikan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) yaitu sebuah persekutuan dagang yang bertujuan memonopoli aktivitas dagang di Asia dan menguasai rempah-rempah. Pada 1603, VOC mendapatkan izin untuk mendirikan kantor perwakilan di Banten. Namun, Pieter Both, Gubernur Jenderal pertama VOC memindahkan kantor ini ke Jayakarta (Batavia). Sejak itu, VOC mulai memainkan pengaruhnya di bidang perdagangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Cara yang dilakukan yaitu dengan melakukan tekanan terhadap bangsa non-Belanda yang mencoba berdagang dengan penduduk. Kala itu, Kepulauan Nusantara belum berada di bawah kendali pemerintah Belanda, melainkan VOC. Meski VOC hanyalah sebuah perusahaan tetapi VOC mendapatkan banyak keistimewaan dari pemerintah Belanda salah satunya boleh membentuk tentara sendiri.

Setelah bangsa Belanda, datanglah bangsa Jepang untuk menggantikan penjajahan Belanda. Jepang menguasai Indonesia sejak tanggal 8 Maret 1942, ketika Panglima Tertinggi Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat di Kalijati, Bandung. Agar pendudukannya di Indonesia diterima, dan untuk memobilisasi rakyat, Jepang pada awalnya melakukan berbagai propaganda seperti Gerakan 3A. Gerakan 3A merupakan propaganda Jepang yang menyatakan bangsa-bangsa di Asia harus bersatu dengan Jepang pemimpin sebagai Asia, cahaya Asia, dan pelindung Asia. Gerakan ini diambil namanya dari 3 semboyan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya (nama mereka untuk Perang Dunia II), yaitu: Nippon Pemimpin Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia. Nippon sendiri merupakan nama dari Jepang dalam bahasa Jepang. Gerakan 3A ini dipimpin oleh Mr Syamsudin. Namun propaganda ini kurang mendapatkan sambutan dari rakyat Indonesia, yang menganggap gerakan 3A bukan gerakan kebangsaan, namun hanya gerakan penggalangan dukungan bagi Jepang saja. Karena kegagalan gerakan 3A ini, untuk mendapatkan dukungan dan memobilisasi rakyat Indonesia dalam usaha perang melawan pasukan Sekutu Barat, Jepang membentuk PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin oleh 4 sekawan pemimpin nasionalis Indonesia yaitu Sukarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara dan Kyai Haji Mas Mansyur.

Perjuangan kemerdekaan Indonesia sampai pada terbentuknya BPUPKI oleh Jepang. Badan tersebut dibentuk dengan tujuan untuk mempersiapkan usaha-usaha dalam rangka untuk meraih kemerdekaan negara Indonesia. Namun tak lama, badan tersebut digantikan oleh PPKI sebagai Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Jepang kemudian takluk di tangan sekutu setelah terjadinya bom Nagasaki dan Hiroshima. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1945 untuk kota Hiroshima, dan tanggal 9 Agustus 1945 pada kota Nagasaki. Lebih dari 14.000 penduduk setempat menjadi korban ledakan bom tersebut. Setelah peristiwa tersebut, beredarlah kabar mengenai informasi tentang pemerintah Jepang yang akan memberikan kemerdekaan dengan segera kepada Indonesia. Isi mengenai informasi tersebut adalah kemerdekaan Indonesia dapat dilakukan dengan pembacaan teks proklamasi pada tanggal 24 Agustus 1945 yang akan ditugaskan pada anggota PPKI.

Terdengarnya kabar bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu membuat beberapa anggota golongan muda yaitu Sutan Sjahrir, Chaerul Saleh, Darwis, dan Wikana mendesak para golongan tua untuk segera melakukan memproklamasikan kemerdekaan. Namun tokoh utama golongan tua yaitu Soekarno dan Moh Hatta tidak setuju akan hal tersebut. Mereka menganggap bahwa pengambilan keputusan secara mendadak dalam proklamasi kemerdekaan akan menyebabkan pertumpahan darah antara kekuasaan Jepang yang belum sepenuhnya diambil alih oleh Indonesia.

Perdebatan inilah yang menyebabkan terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Mengingat pro dan kontra antara golongan muda dan golongan tua, sebuah keputusan pun akhirnya diambil. Pada tanggal 15 Agustus 1945 para golongan muda membawa Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok. Mereka bertujuan untuk mengamankan mereka dari pengaruh Jepang. Agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat segera dilaksanakan. Mungkin pada bagian inilah yang menjadi tonggak penting sejarah kemerdekaan Indonesia karena dengan adanya peristiwa Rengasdengklok, akhirnya Soekarno dan Moh. Hatta tergugah untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Dengan mengadakan rapat perumusan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda pada tanggal 16 Agustus 1945 lengkap dihadiri oleh beberapa anggota para golongan muda. Sebagai Kepala Kantor Penghubung Angkatan Laut Jepang, rumah Laksamana Maeda dianggap menjadi tempat yang paling aman untuk melakukan perumusan teks proklamasi. Karena Laksamana Maeda merupakan teman baik dari Ahmad Soebardjo yang merupakan salah satu anggota golongan tua perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Setelah rapat yang diselenggarakan oleh Soekarno, Moh Hatta, dan Ahmad Soebardjo, tersusunlah sebuah naskah teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno. Dengan telah disetujui oleh para anggota golongan tua dan muda, dan mengalami beberapa perubahan, akhirnya Soekarno menandatangani teks tersebut dengan disaksikan oleh semua pihak yang menjadi saksi.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi hari paling bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Dihadiri oleh para tokoh pergerakan kemerdekaan dan seluruh rakyat Indonesia yang ingin menyaksikan buah hasil dari perjuangan para pahlawan dan tokoh penting demi kemerdekaan Indonesia.

Upacara pembacaan teks proklamasi tersebut berjalan dengan sangat lancar dengan bertempat di kediaman Soekarno di jalan Pegangsaan Timur Nomer 56. Beberapa acara telah disusun dalam hari kemerdekaan Indonesia, seperti pengibaran bendera Merah Putih, dan beberapa sambutan oleh walikota pada saat itu yaitu Suwiryo dan dr. Muwardi.

Hari itu menjadi hari terpenting dan menjadi sejarah kemerdekaan Indonesia yang paling dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dengan tersiarnya kabar kemerdekaan Indonesia ke beberapa daerah hingga luar negeri, membuat Indonesia benar-benar sudah merdeka dan bebas dari belenggu para penjajah.

 

 

2.  Lomba Dalam Hut RI

Perayaan lomba 17 Agustusan merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk menyambut dan memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia. Meski ragam lomba yang diadakan dari tahun ke tahun cenderung sama, antusiasme masyarakat dalam mengikutinya tidak pernah padam. Mulai dari anak-anak hingga orang tua pun tidak melewatkan momen seru tiap bulan Agustus itu. Beragam hadiah unik dan menarik pun banyak dijumpai, mulai peralatan dapur hingga barang-barang elektronik seperti TV dan kulkas. Tradisi tersebut mulai ramai dilakukan sekitar tahun 1950-an. Di tahun itu, intensitas pertempuran dalam rangka mempertahankan kemerdekaan mulai menurun. Sebagai ungkapan kegembiraan atas kemerdekaan yang diraih oleh para pejuang, beragam lomba kemudian dilakukan. Meskipun sudah ada sejak dulu, kini eksistensi perlombaan tradisonal tersebut masih banyak dijumpai bahkan sanggup bertahan di tengah era teknologi.

Peringatan Hari Kemerdekaan RI biasa dirayakan dengan berbagai lomba. Mulai dari lomba barap karung, makan kerupuk, tarik tambang, sampai panjat pinang. Sejarawan JJ Rizal, mengatakan perlombaan yang ada pada 17 Agustus, sebenarnya sudah ada pada masa kolonialisme Belanda dan Jepang. Namun demikian, aneka lomba tersebut tetap dapat dinikmati dan menjadi ajang silaturahmi orang Indonesia. Selain untuk bersenang-senang, aneka lomba di Hari Peringatakan Kemerdekaan RI yang jatuh setaip 17 Agustus, punya makna luhur di baliknya, yuk simak arti atau makna dari Lomba 17 Agustus:

a. Lomba balap karung

Balap karung mengingatkan pada perihnya penjajahan, terutama saat zaman Jepang. Pada masa pendudukan Jepang, penduduk Indonesia begitu miskin sampai-sampai tak mampu membeli kebutuhan sandang. Karung goni pun dipakai sebagai gantinya.

b. Lomba makan kerupuk

Biasanya para peserta berlomba menghabiskan kerupuk yang telah digantung, cara makan pun langsung menggunakan mulut dan tak tangan diikat ke belakang. Hal ini pun menggambarkan bagaimana kesulitan pangan pada masa penjajahan.

c. lomba tarik tambang

Tak hanya adu kekuatan, tetapi makna lomba tarik tambang memiliki arti mementingkan tim yang kompak untuk meraih kemenangan. Melalui tarik tambang, para peserta secara tidak langsung belajar mengenai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas.

d. Lomba panjat pinang

Sama halnya dengan lomba tarik tambang, biasanya lomba panjat pinang bukan dilakukan perseorangan. Namun dilakukan oleh tim yang terdiri lebih dari dua orang untuk mendapatkan hadiah pada pohon, bambu atau kayu yang menjulang tinggi. Zaman dulu, panjat pinang digelar sebagai hiburan saat perayaan-perayaan penting orang Belanda di bumi Indonesia, seperti pesta pernikahan. Nah, ketika itu penduduk pribumi berlomba-lomba mendapatkan hadiah yang digantungkan di puncak pohon pinang.

Lomba panjat pinang bisa dibilang lomba paling kontroversial, mengingat zaman dahulu lomba ini dijadikan hiburan orang Belanda melihat orang Indonesia yang berlomba mendapat hadiah berupa bahan pangan di puncak pinang. Selain itu pertumbuhan pohon pinang yang lambat, membuat ketersediaan pohon pinang kian minim karena permintaan untuk lomba 17 Agustus.

Nah, dengan mengetahui sejarah kemerdekaan Indonesia, tentunya rasa nasionalisme akan semakin bertambah. Selain itu dengan mengingat perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia, kita juga akan semakin semangat untuk berjuang pada masa sekarang ini. Maka dari itu, ayo kita semarakkan ulang tahun Indonesia yang ke-74 dengan memaknai kisah dibalik perjuangan kemerdekaan Indonesia dan melakukan berbagai macam kegiatan yang memperingati ulang tahun RI ke-74 ini! Merdeka! Merdeka! Merdeka! 🇮🇩
😁😁Terima kasih telah membaca😁😁
👋👋 Sampai jumpa di artikel selanjutnya 👋👋

🙏🙏 Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏

 

 

 

 

 

Sumber:
https://nasional.kompas.com/read/2018/08/28/15540211/benarkah-indonesia-dijajah-belanda-selama-350-tahun?page=all.
https://travel.kompas.com/read/2019/08/15/180000827/4-jenis-lomba-17-agustus-dan-makna-di-baliknya?page=1
https://nasional.kompas.com/read/2019/08/13/06000031/jelang-hari-kemerdekaan-kenali-sejarah-dan-makna-lomba-17-agustus?page=1

Sejarah Kemerdekaan Indonesia

 

 

Selamat Hari Pramuka

🙏 🙏 Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏
👋 👋 Halo teman-teman 👋 👋

Selamat Hari Pramuka ya teman-teman! Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang dibentuk pada tahun 1961. Untuk memperingati Hari Pramuka, mari kita lihat serba – serbi pramuka!

 

1. Sejarah Pramuka

Pada tahun 1961, Presiden Soekarno memerintahkan penggabungan semua organisasi kepanduan dalam satu wadah. Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Pramuka yang diperingati hingga saat ini.

 

2. Warna Seragam Pramuka

Pemilihan warna cokelat dalam seragam pramuka ini memiliki tujuan khusus. Apa tuh? Jadi, seperti yang diketahui, pada film-film mengenai kepahlawanan pemerannya biasa menggunakan baju berwarna cokelat. Sehingga salah satu tujuan pemilihan seragam pramuka yang berwarna coklat yakni agar para anggota pramuka tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan yang terlah berjuang untuk negara Indonesia tercinta. Selain itu warna cokelat pada seragam pramuka juga dapat melambangkan warna tanah air Indonesia.

Cokelat muda pada baju menggambarkan air yang mengalir, sedangkan warna cokelat tua pada rok atau celana menggambarkan warna tanah di negara kita. Warna cokelat dianggap tidak mudah kelihatan kotor saat kita sedang bertualang, seperti yang sering dilakukan para anggota Pramuka.

 

3. Lambang Pramuka

Lambang Gerakan Pramuka tunas kelapa mengandung arti kiasan sebagai berikut:

a) Buah kelapa dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
b)Buah kelapa tahan lama. Ini mengandung arti bahwa pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.
c) Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ini artinya, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapunKelapa tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
d) Akar kelapa kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
e) Kelapa pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

 

4. Dasa Dharma Pramuka

Dasa Dharma merupakan sepuluh sikap yang harus dimiliki oleh seorang pramuka. Biasanya dimiliki oleh seorang pramuka tingkat penggalang hingga tingkat atas. Secara bahasa, Dasa Dharma berasal dari kata “Dasa” dan “Darma“. Dasa berasal dari bahasa Jawa yang berarti sepuluh. Sedangkan Darma merupakan bahasa Sanskerta yang memiliki arti kewajiban, tugas hidup, aturan, kebajikan, dan kebenaran. Sehingga secara bahasa Dasa Dharma memiliki arti sepuluh kewajiban, kebajikan, dan aturan.

Berikut dasa dharma pramuka:

Dasa Dharma, Pramuka itu:

1) Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3) Patriot yang sopan dan kesatria.
4) Patuh dan suka bermusyawarah.

5)Rela menolong dan tabah.
6) Rajin, terampil dan gembira.
7) Hemat, cermat dan bersahaja.

8) Disiplin, berani dan setia.
9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10) Suci dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan.

Nah. Sekian serba-serbi mengenai pramuka yang bisa kami sampaikan! Mari kita sebagai anak bangsa tetap aktif melakukan bela negara salah satunya dengan melakukan kegiatan pramuka! Hidup Indonesia! 🇮🇩

😊😊Terimakasih😊😊
🙏🙏 Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏
sumber:
https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2019/08/14/sejarah-hari-pramuka-14-agustus-dengan-fakta-faktanya?page=4

10 Dasa Dharma Pramuka dan Artinya

 

Day 3 Psikologi Berbagi Ilmu

🙏🙏Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏
👋 👋 Halo teman-teman 👋 👋

Alhamdulillah telah dilaksanakan acara Psikologi Berbagi Ilmu

📑”Berbagi Ilmu adalah Prioritas karena Pendidikan Tak Terbatas”
📅 29 s.d. 31 Juli 2019
.
Hari Ketiga

-Sehari Menjadi

-Mabes

-Penutupan

 

😊Terimakasih 😊
🙏Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏

 

Day 2 Psikologi Berbagi Ilmu

🙏🙏Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏
👋 👋 Halo teman-teman 👋 👋

Alhamdulillah telah dilaksanakan acara Psikologi Berbagi Ilmu

📑”Berbagi Ilmu adalah Prioritas karena Pendidikan Tak Terbatas”
📅 29 s.d. 31 Juli 2019
.
Hari Kedua

Briefing

-Psikologi Berbagi Ilmu (Mengajar sekaligus praktek) bersama volunteer

-Penyuluhan oleh co & co

-Foto bersama

-Pentas seni

 

😊Terimakasih 😊
🙏Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏