Hari Pahlawan

Selamat Hari Pahlawan

Jadilah generasi muda yang memberikan dampak positif sebagai motor bagi kemajuan bangsa, untuk menuju bangsa yang adil dan makmur.

Ada istilah umum yang mengatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang meghargai dan menghormati jasa pahlawannya.” Seperti kata Bung Karno yang juga mengatakan “Negara yang besar adalah yang tidak melupakan jas merah,” artinya tidak akan melupakan sejarah suatu bangsa tersebut. Para pahlawan yang rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan negara Indonesia. Kita memang tidak ikut serta dalam perjuangan yang mengorbankan ribuan nyawa di Surabaya pada waktu itu. Namun kita, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa sudah sepatutnya memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman. Jadilah pahlawan dengan meniru semangat juang para pahlawan kita yang telah gugur dengan berkontribusi terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Bangsa ini membutuhkan banyak pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai. Jadilah pahlawan dalam segala bidang kehidupan.

Hari Pahlawan memang diperingati setiap 10 November, tapi jadilah pahlawan setiap harinya dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pahlawan yang dimulai untuk diri sendiri dan keluarga dengan mencetak prestasi hingga akhirnya menjadi pahlawan bagi negeri ini. Jangan jadikan Hari Pahlawan ini sebagai unsur seremoni belaka tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan dari pahlawan kita. Sebagai generasi muda sudah saatnya kita mengambil nilai-nilai tersebut yang direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita memiliki cita-cita untuk membentuk Indonesia sebagai negara yang damai, adil, sejahtera dan tentunya jujur. Tapi sudahkah Indonesia menjadi negeri yang jujur sementara kasus korupsi semakin merajalela di bumi pertiwi ?

Sebagai generasi muda, menjadi bangsa pemberantas korupsi adalah yang dibutuhkan. Jangan menjadi seseorang yang justru melakukan tindakan yang merugikan negara tersebut. Jadilah bangsa yang pemberani dan tegas melawan segala ketidakjujuran demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Melihat kondisi generasi muda saat ini, rasanya jauh sekali jika dikatakan sudah menerapkan nilai juang dari para pahlawan. Para pahlawan saling bekerja sama mempertahankan kemerdekaan Indonesia hingga titik darah penghabisan pun dilakukan. Banyak generasi muda saat ini yang bersikap apatis, bersikap acuh yang tingkat kepedulian terhadap sesama dan masalah dalam negeri sangat tipis. Padahal, generasi muda memiliki tugas lainnya, memang bukan lagi melawan para penjajah, tetapi bertempur dengan segala ketertinggalan seperti kebodohan dan kemiskinan dalam negeri.

Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, semakin membuat peran generasi muda sebagai agen perubahan kurang menonjol. Banyak yang menyalahgunakan teknologi digital ini dengan melakukan perbuatan yang sebetulnya tidak perlu. Perilaku konsumtif, aktivitas di dunia maya semakin membuat mereka terlena di dunia yang serba instan saat ini. Belum lagi masalah tawuran antar pemuda, narkotika di kalangan remaja, dan perilaku seks bebas yang terus meningkat, merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Semakin jauh generasi muda dari kegiatan yang produktif dan positif, maka semakin jauh jalan bagi Indonesia untuk menjadi negara yang makmur karena sang pembaharu masa depan yang masih belum memahami peran mereka sesungguhnya. Generasi muda sudah seharusnya memiliki jiwa kepemimpinan yang harus selalu maju ke depan karena masa depan bangsa ada ditangan anak-anak muda. Penting untuk memiliki sikap kepemimpinan dengan kepekaan terhadap masalah sosial, lingkungan, dan politik sebagai representasi wajah baru bangsa Indonesia.

 

https://sahabatpegadaian.com/inspirasi/makna-hari-pahlawan-bagi-generasi-mudaS

Hari Sumpah Pemuda

Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Pemuda dan pemudi adalah salah satu tonggak yang kokoh dalam pondasi negara indonesia. Dimana, peran pemuda dan pemudi indonesia bagi kemerdekaan akan sangat penting. Maka pada saat itu pada tanggal 28 oktober 1928 tercetuslah ikrar sumpah pemuda yang diucapkan oleh pemuda dan pemudi indonesia. Didalam isi dari sumpah itu berisikan tentang janji para pemuda dan pemudi indonesia untuk mencintai tanah air, bangsa, dan negaranya serta bahasanya yaitu bahasa indonesia. Oleh karena itu, setiap tanggal 28 oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur untuk membela bangsa indonesia agar tetap berdiri dengan kokoh.

Zaman dahulu pemuda Indonesia berjuang keras melawan penjajah dan bercita-cita untuk membebaskan Indonesia dari jajahan penjajah. Awalnya, pada Kongres Pemuda I yang diadakan pada tahun 1926 menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya. Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti jong java, jong sumatra, jong betawi, dan organisasi pemuda lainnya. Lalu, dilakukan pertemuan perwakilan antar daerah yang kedua pada Kongres Pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia), pertemuan ini membuahkan hasil.dan akhirnya tercetuskanlah Sumpah Pemuda itu.

Dari sinilah, benih-benih persatuan antar pemuda Indonesia tumbuh. Berbeda  dengan zaman dulu, zaman sekarang pemuda Indonesia menganggap persatuan itu kurang penting. Dari luar, pemuda Indoenesia terlihat sangat menjunjung tinggi persatuan. Nyatanya tidak. Di luar, pondasi kita sebagai pemuda Indonesia cukup kuat. Akan tetapi di dalamnya sangatlah rapuh. Banyak sekali dari kita yang masih tak peduli dengan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Bahkan sampai sekarang kita masih terjajah pun, kita tidak menyadarinya. Hampir seluruh pemuda Indonesia terjajah dengan teknologi yang ada, kebiasaan yang tidak sesuai dengan negara kita, dan hal-hal buruk lain. Kita bahkan egois dengan tidak menimbang-nimbang pendapat orang lain di sekitar kita. Kita berpikir, apa yang kita lakukan adalah hal yang terbaik. Padahal, jika kita menggabungkan seluruh pemikiran kita menjadi satu, kita dapat membuahkan sebuah pemikiran yang hebat.

Jika kita tidak memperbaikinya mulai dari sekarang apa yang akan terjadi pada generasi muda selanjutnya? Akankah mereka nantinya lebih baik dari kita ataukah lebih buruk dari kita? Kitalah yang menentukan, apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, ayo para pemudaku hilangkan rasa egois yang melekat pada diri kita. Jadikanlah bangsa Indonesia bangsa yang pondasinya kuat, karena pemuda di dalamnya bersatu untuk menjadikan Indonesia lebih baik dari sebelumnya.

 

 

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kongres_Pemuda

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74

🙏🙏 Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏
👋👋Halo teman-teman👋👋

🇮🇩 Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke – 74! 🇮🇩

Berbicara tentang kemerdekaan Indonesia pastinya kurang lengkap jika tidak mengulas sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan memaknai rangkaian kejadian yang menjadi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, rasa cinta dan nasionalisme kita terhadap Bangsa Indonesia akan semakin bertambah. Teman-teman, ternyata banyak sekali lho peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi sejarah kemerdekaan Indonesia. Misalnya saja peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia, peristiwa Rengasdengklok, dan masih banyak lagi. Untuk itu, yuk simak beberapa sejarah dari peristiwa kemerdekaan Indonesia!

1.   Perjuangan Bangsa Indonesia

Sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia diawali dengan penjajahan oleh bangsa Portugis. Pada awal abad ke-16, bangsa Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang tiba di Nusantara, dan mereka memiliki tiga tujuan yaitu:
A. Tujuan ekonomi, yaitu mencari keuntungan yang besar dari hasil perdagangan rempah – rempah. Membeli dengan harga murah di Maluku, dan menjualnya dengan harga tinggi di Eropa.
B. Tujuan agama, yaitu menyebarkan agama katolik roma.
C. Tujuan petualangan, yaitu mencari daerah jajahan.(tujuan ini lebih dikenal dengan Gold, Glory, Gospel. Gold, yaitu mencari emas dan mencari kekayaan. Glory, yaitu mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan. Gospel, yaitu tugas suci menyebarkan agama Katolik roma)

Setelah bangsa tersebut berhasil menjajah Indonesia, bangsa Eropa lainnya ikut tergiur untuk menjajah Indonesia dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan salah satunya yaitu bangsa Spanyol. Setelah berjuang melawan penjajahan bangsa Eropa, bangsa Indonesia kembali harus berjuang untuk melawan penjajahan Belanda. Pada tahun 1602 Belanda berhasil mendirikan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) yaitu sebuah persekutuan dagang yang bertujuan memonopoli aktivitas dagang di Asia dan menguasai rempah-rempah. Pada 1603, VOC mendapatkan izin untuk mendirikan kantor perwakilan di Banten. Namun, Pieter Both, Gubernur Jenderal pertama VOC memindahkan kantor ini ke Jayakarta (Batavia). Sejak itu, VOC mulai memainkan pengaruhnya di bidang perdagangan ke berbagai wilayah di Indonesia. Cara yang dilakukan yaitu dengan melakukan tekanan terhadap bangsa non-Belanda yang mencoba berdagang dengan penduduk. Kala itu, Kepulauan Nusantara belum berada di bawah kendali pemerintah Belanda, melainkan VOC. Meski VOC hanyalah sebuah perusahaan tetapi VOC mendapatkan banyak keistimewaan dari pemerintah Belanda salah satunya boleh membentuk tentara sendiri.

Setelah bangsa Belanda, datanglah bangsa Jepang untuk menggantikan penjajahan Belanda. Jepang menguasai Indonesia sejak tanggal 8 Maret 1942, ketika Panglima Tertinggi Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat di Kalijati, Bandung. Agar pendudukannya di Indonesia diterima, dan untuk memobilisasi rakyat, Jepang pada awalnya melakukan berbagai propaganda seperti Gerakan 3A. Gerakan 3A merupakan propaganda Jepang yang menyatakan bangsa-bangsa di Asia harus bersatu dengan Jepang pemimpin sebagai Asia, cahaya Asia, dan pelindung Asia. Gerakan ini diambil namanya dari 3 semboyan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya (nama mereka untuk Perang Dunia II), yaitu: Nippon Pemimpin Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia. Nippon sendiri merupakan nama dari Jepang dalam bahasa Jepang. Gerakan 3A ini dipimpin oleh Mr Syamsudin. Namun propaganda ini kurang mendapatkan sambutan dari rakyat Indonesia, yang menganggap gerakan 3A bukan gerakan kebangsaan, namun hanya gerakan penggalangan dukungan bagi Jepang saja. Karena kegagalan gerakan 3A ini, untuk mendapatkan dukungan dan memobilisasi rakyat Indonesia dalam usaha perang melawan pasukan Sekutu Barat, Jepang membentuk PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin oleh 4 sekawan pemimpin nasionalis Indonesia yaitu Sukarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara dan Kyai Haji Mas Mansyur.

Perjuangan kemerdekaan Indonesia sampai pada terbentuknya BPUPKI oleh Jepang. Badan tersebut dibentuk dengan tujuan untuk mempersiapkan usaha-usaha dalam rangka untuk meraih kemerdekaan negara Indonesia. Namun tak lama, badan tersebut digantikan oleh PPKI sebagai Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Jepang kemudian takluk di tangan sekutu setelah terjadinya bom Nagasaki dan Hiroshima. Tepatnya pada tanggal 6 Agustus 1945 untuk kota Hiroshima, dan tanggal 9 Agustus 1945 pada kota Nagasaki. Lebih dari 14.000 penduduk setempat menjadi korban ledakan bom tersebut. Setelah peristiwa tersebut, beredarlah kabar mengenai informasi tentang pemerintah Jepang yang akan memberikan kemerdekaan dengan segera kepada Indonesia. Isi mengenai informasi tersebut adalah kemerdekaan Indonesia dapat dilakukan dengan pembacaan teks proklamasi pada tanggal 24 Agustus 1945 yang akan ditugaskan pada anggota PPKI.

Terdengarnya kabar bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu membuat beberapa anggota golongan muda yaitu Sutan Sjahrir, Chaerul Saleh, Darwis, dan Wikana mendesak para golongan tua untuk segera melakukan memproklamasikan kemerdekaan. Namun tokoh utama golongan tua yaitu Soekarno dan Moh Hatta tidak setuju akan hal tersebut. Mereka menganggap bahwa pengambilan keputusan secara mendadak dalam proklamasi kemerdekaan akan menyebabkan pertumpahan darah antara kekuasaan Jepang yang belum sepenuhnya diambil alih oleh Indonesia.

Perdebatan inilah yang menyebabkan terjadinya peristiwa Rengasdengklok. Mengingat pro dan kontra antara golongan muda dan golongan tua, sebuah keputusan pun akhirnya diambil. Pada tanggal 15 Agustus 1945 para golongan muda membawa Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok. Mereka bertujuan untuk mengamankan mereka dari pengaruh Jepang. Agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat segera dilaksanakan. Mungkin pada bagian inilah yang menjadi tonggak penting sejarah kemerdekaan Indonesia karena dengan adanya peristiwa Rengasdengklok, akhirnya Soekarno dan Moh. Hatta tergugah untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Dengan mengadakan rapat perumusan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda pada tanggal 16 Agustus 1945 lengkap dihadiri oleh beberapa anggota para golongan muda. Sebagai Kepala Kantor Penghubung Angkatan Laut Jepang, rumah Laksamana Maeda dianggap menjadi tempat yang paling aman untuk melakukan perumusan teks proklamasi. Karena Laksamana Maeda merupakan teman baik dari Ahmad Soebardjo yang merupakan salah satu anggota golongan tua perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Setelah rapat yang diselenggarakan oleh Soekarno, Moh Hatta, dan Ahmad Soebardjo, tersusunlah sebuah naskah teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Soekarno. Dengan telah disetujui oleh para anggota golongan tua dan muda, dan mengalami beberapa perubahan, akhirnya Soekarno menandatangani teks tersebut dengan disaksikan oleh semua pihak yang menjadi saksi.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi hari paling bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Kemerdekaan Indonesia ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Dihadiri oleh para tokoh pergerakan kemerdekaan dan seluruh rakyat Indonesia yang ingin menyaksikan buah hasil dari perjuangan para pahlawan dan tokoh penting demi kemerdekaan Indonesia.

Upacara pembacaan teks proklamasi tersebut berjalan dengan sangat lancar dengan bertempat di kediaman Soekarno di jalan Pegangsaan Timur Nomer 56. Beberapa acara telah disusun dalam hari kemerdekaan Indonesia, seperti pengibaran bendera Merah Putih, dan beberapa sambutan oleh walikota pada saat itu yaitu Suwiryo dan dr. Muwardi.

Hari itu menjadi hari terpenting dan menjadi sejarah kemerdekaan Indonesia yang paling dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dengan tersiarnya kabar kemerdekaan Indonesia ke beberapa daerah hingga luar negeri, membuat Indonesia benar-benar sudah merdeka dan bebas dari belenggu para penjajah.

 

 

2.  Lomba Dalam Hut RI

Perayaan lomba 17 Agustusan merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk menyambut dan memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia. Meski ragam lomba yang diadakan dari tahun ke tahun cenderung sama, antusiasme masyarakat dalam mengikutinya tidak pernah padam. Mulai dari anak-anak hingga orang tua pun tidak melewatkan momen seru tiap bulan Agustus itu. Beragam hadiah unik dan menarik pun banyak dijumpai, mulai peralatan dapur hingga barang-barang elektronik seperti TV dan kulkas. Tradisi tersebut mulai ramai dilakukan sekitar tahun 1950-an. Di tahun itu, intensitas pertempuran dalam rangka mempertahankan kemerdekaan mulai menurun. Sebagai ungkapan kegembiraan atas kemerdekaan yang diraih oleh para pejuang, beragam lomba kemudian dilakukan. Meskipun sudah ada sejak dulu, kini eksistensi perlombaan tradisonal tersebut masih banyak dijumpai bahkan sanggup bertahan di tengah era teknologi.

Peringatan Hari Kemerdekaan RI biasa dirayakan dengan berbagai lomba. Mulai dari lomba barap karung, makan kerupuk, tarik tambang, sampai panjat pinang. Sejarawan JJ Rizal, mengatakan perlombaan yang ada pada 17 Agustus, sebenarnya sudah ada pada masa kolonialisme Belanda dan Jepang. Namun demikian, aneka lomba tersebut tetap dapat dinikmati dan menjadi ajang silaturahmi orang Indonesia. Selain untuk bersenang-senang, aneka lomba di Hari Peringatakan Kemerdekaan RI yang jatuh setaip 17 Agustus, punya makna luhur di baliknya, yuk simak arti atau makna dari Lomba 17 Agustus:

a. Lomba balap karung

Balap karung mengingatkan pada perihnya penjajahan, terutama saat zaman Jepang. Pada masa pendudukan Jepang, penduduk Indonesia begitu miskin sampai-sampai tak mampu membeli kebutuhan sandang. Karung goni pun dipakai sebagai gantinya.

b. Lomba makan kerupuk

Biasanya para peserta berlomba menghabiskan kerupuk yang telah digantung, cara makan pun langsung menggunakan mulut dan tak tangan diikat ke belakang. Hal ini pun menggambarkan bagaimana kesulitan pangan pada masa penjajahan.

c. lomba tarik tambang

Tak hanya adu kekuatan, tetapi makna lomba tarik tambang memiliki arti mementingkan tim yang kompak untuk meraih kemenangan. Melalui tarik tambang, para peserta secara tidak langsung belajar mengenai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas.

d. Lomba panjat pinang

Sama halnya dengan lomba tarik tambang, biasanya lomba panjat pinang bukan dilakukan perseorangan. Namun dilakukan oleh tim yang terdiri lebih dari dua orang untuk mendapatkan hadiah pada pohon, bambu atau kayu yang menjulang tinggi. Zaman dulu, panjat pinang digelar sebagai hiburan saat perayaan-perayaan penting orang Belanda di bumi Indonesia, seperti pesta pernikahan. Nah, ketika itu penduduk pribumi berlomba-lomba mendapatkan hadiah yang digantungkan di puncak pohon pinang.

Lomba panjat pinang bisa dibilang lomba paling kontroversial, mengingat zaman dahulu lomba ini dijadikan hiburan orang Belanda melihat orang Indonesia yang berlomba mendapat hadiah berupa bahan pangan di puncak pinang. Selain itu pertumbuhan pohon pinang yang lambat, membuat ketersediaan pohon pinang kian minim karena permintaan untuk lomba 17 Agustus.

Nah, dengan mengetahui sejarah kemerdekaan Indonesia, tentunya rasa nasionalisme akan semakin bertambah. Selain itu dengan mengingat perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia, kita juga akan semakin semangat untuk berjuang pada masa sekarang ini. Maka dari itu, ayo kita semarakkan ulang tahun Indonesia yang ke-74 dengan memaknai kisah dibalik perjuangan kemerdekaan Indonesia dan melakukan berbagai macam kegiatan yang memperingati ulang tahun RI ke-74 ini! Merdeka! Merdeka! Merdeka! 🇮🇩
😁😁Terima kasih telah membaca😁😁
👋👋 Sampai jumpa di artikel selanjutnya 👋👋

🙏🙏 Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏

 

 

 

 

 

Sumber:
https://nasional.kompas.com/read/2018/08/28/15540211/benarkah-indonesia-dijajah-belanda-selama-350-tahun?page=all.
https://travel.kompas.com/read/2019/08/15/180000827/4-jenis-lomba-17-agustus-dan-makna-di-baliknya?page=1
https://nasional.kompas.com/read/2019/08/13/06000031/jelang-hari-kemerdekaan-kenali-sejarah-dan-makna-lomba-17-agustus?page=1

Sejarah Kemerdekaan Indonesia

 

 

Selamat Hari Pramuka

🙏 🙏 Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏
👋 👋 Halo teman-teman 👋 👋

Selamat Hari Pramuka ya teman-teman! Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang dibentuk pada tahun 1961. Untuk memperingati Hari Pramuka, mari kita lihat serba – serbi pramuka!

 

1. Sejarah Pramuka

Pada tahun 1961, Presiden Soekarno memerintahkan penggabungan semua organisasi kepanduan dalam satu wadah. Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Pramuka yang diperingati hingga saat ini.

 

2. Warna Seragam Pramuka

Pemilihan warna cokelat dalam seragam pramuka ini memiliki tujuan khusus. Apa tuh? Jadi, seperti yang diketahui, pada film-film mengenai kepahlawanan pemerannya biasa menggunakan baju berwarna cokelat. Sehingga salah satu tujuan pemilihan seragam pramuka yang berwarna coklat yakni agar para anggota pramuka tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan yang terlah berjuang untuk negara Indonesia tercinta. Selain itu warna cokelat pada seragam pramuka juga dapat melambangkan warna tanah air Indonesia.

Cokelat muda pada baju menggambarkan air yang mengalir, sedangkan warna cokelat tua pada rok atau celana menggambarkan warna tanah di negara kita. Warna cokelat dianggap tidak mudah kelihatan kotor saat kita sedang bertualang, seperti yang sering dilakukan para anggota Pramuka.

 

3. Lambang Pramuka

Lambang Gerakan Pramuka tunas kelapa mengandung arti kiasan sebagai berikut:

a) Buah kelapa dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
b)Buah kelapa tahan lama. Ini mengandung arti bahwa pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.
c) Kelapa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ini artinya, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapunKelapa tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
d) Akar kelapa kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
e) Kelapa pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

 

4. Dasa Dharma Pramuka

Dasa Dharma merupakan sepuluh sikap yang harus dimiliki oleh seorang pramuka. Biasanya dimiliki oleh seorang pramuka tingkat penggalang hingga tingkat atas. Secara bahasa, Dasa Dharma berasal dari kata “Dasa” dan “Darma“. Dasa berasal dari bahasa Jawa yang berarti sepuluh. Sedangkan Darma merupakan bahasa Sanskerta yang memiliki arti kewajiban, tugas hidup, aturan, kebajikan, dan kebenaran. Sehingga secara bahasa Dasa Dharma memiliki arti sepuluh kewajiban, kebajikan, dan aturan.

Berikut dasa dharma pramuka:

Dasa Dharma, Pramuka itu:

1) Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3) Patriot yang sopan dan kesatria.
4) Patuh dan suka bermusyawarah.

5)Rela menolong dan tabah.
6) Rajin, terampil dan gembira.
7) Hemat, cermat dan bersahaja.

8) Disiplin, berani dan setia.
9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10) Suci dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan.

Nah. Sekian serba-serbi mengenai pramuka yang bisa kami sampaikan! Mari kita sebagai anak bangsa tetap aktif melakukan bela negara salah satunya dengan melakukan kegiatan pramuka! Hidup Indonesia! 🇮🇩

😊😊Terimakasih😊😊
🙏🙏 Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏
sumber:
https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2019/08/14/sejarah-hari-pramuka-14-agustus-dengan-fakta-faktanya?page=4

10 Dasa Dharma Pramuka dan Artinya

 

Day 3 Psikologi Berbagi Ilmu

🙏🙏Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏
👋 👋 Halo teman-teman 👋 👋

Alhamdulillah telah dilaksanakan acara Psikologi Berbagi Ilmu

📑”Berbagi Ilmu adalah Prioritas karena Pendidikan Tak Terbatas”
📅 29 s.d. 31 Juli 2019
.
Hari Ketiga

-Sehari Menjadi

-Mabes

-Penutupan

 

😊Terimakasih 😊
🙏Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏

 

Day 2 Psikologi Berbagi Ilmu

🙏🙏Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏
👋 👋 Halo teman-teman 👋 👋

Alhamdulillah telah dilaksanakan acara Psikologi Berbagi Ilmu

📑”Berbagi Ilmu adalah Prioritas karena Pendidikan Tak Terbatas”
📅 29 s.d. 31 Juli 2019
.
Hari Kedua

Briefing

-Psikologi Berbagi Ilmu (Mengajar sekaligus praktek) bersama volunteer

-Penyuluhan oleh co & co

-Foto bersama

-Pentas seni

 

😊Terimakasih 😊
🙏Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏

Day 1 Psikologi Berbagi Ilmu

🙏🙏Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏
👋 👋 Halo teman-teman 👋 👋

Alhamdulillah telah dilaksanakan acara Psikologi Berbagi Ilmu

📑”Berbagi Ilmu adalah Prioritas karena Pendidikan Tak Terbatas”
📅 29 s.d. 31 Juli 2019

Hari Pertama
-Pembukaan

-Pembacaan Kalam Ilahi

-Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah

-Sambutan-sambutan

-Keberangkatan menuju Puraseda

-Pembukaan setibanya di Puraseda

-Sholat Maghrib berjamaah

-Mengaji Bersama

 

😊Terimakasih 😊
🙏Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏

Gallery of Psikologi Bagimu

🙏🙏Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏

🎉🎉Gallery of ‘Psikologi Bagimu’🎉🎉

Alhamdulillah BEM Fakultas Psikologi UHAMKA telah mengadakan kegiatan Psikologi Berbagi Ilmu. Psikologi Berbagi Ilmu adalah salah satu program kerja (proker) Bidang 3 Sosial dan Politik BEM Fakultas Psikologi UHAMKA periode 2018-2019. Proker Psikologi Berbagi Ilmu sendiri merupakan kegiatan yang mewadahi mahasiswa aktif dalam menyalurkan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada warga Desa Puraseda dengan harapan warga Desa Puraseda mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari mahasiswa aktif.

📄Tema: “Berbagi Ilmu adalah Prioritas karena Pendidikan Tak Terbatas”
📆 Waktu: Senin s.d. Rabu, 29 s.d. 31 Juli 2019
🌁 Tempat: Kampung Situhiang RT. 002/RW. 006, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor 16640

Berikut bentuk kegiatan Psikologi Berbagi Ilmu:
1. Mengajar
Mahasiswa aktif yang menjadi volunteer dalam acara ini ikut serta dalam kegiatan mengajar PAUD, TK, SD, dan SMP yang ada di Desa Puraseda. Setiap jenjang kelas menerima materi yang berbeda dari volunteer.

2. Bercocok tanam
Pada hari Rabu, 31 Juli 2019, volunteer laki-laki membantu warga Desa Puraseda bercocok tanam bayam merah, bayam hijau, dan caisim di kebun.

3. Membuat produk
Volunteer perempuan membantu warga Desa Puraseda membuat produk berupa keripik singkong dan keripik pisang pada hari Rabu, 31 Juli 2019

4. Konseling
Kegiatan konseling dilaksanakan pada hari Senin, 29 Juli 2019 oleh Klub Co&Co kepada warga Desa Puraseda.

5. Teater
Teater boneka tangan dan penayangan film disuguhkan pada malam Selasa, 30 Juli 2019 sebagai hiburan untuk warga Desa Puraseda.

6. Penyuluhan
Volunteer memberikan penyuluhan parenting kepada ibu-ibu warga Desa Puraseda sebagai bekal untuk merawat anak.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat untuk mewujudkan proker ini sehingga proker ini dapat terlaksana dengan baik. Sampai bertemu di lain waktu!

Ingin mengetahui keseruan apa saja yang ada di kegiatan Psikologi Bagimu? Tunggu postingan kami selanjutnya. Jangan sampai ketinggalan yaa 😊

🙏🙏Wassalamualaikum Wr. Wb. 🙏🙏

Sidang Umum 2019

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb. 🙏

Tanpa mengurangi rasa hormat, kami selaku panitia pelaksana Sidang Umum mengundang SELURUH MAHASISWA AKTIF Fakultas Psikologi UHAMKA dalam acara
Sidang Umum Kelembagaan Fakultas Psikologi UHAMKA periode 2018-2019
dengan tema
“Mengevaluasi Kinerja Kelembagaan Fakultas Psikologi UHAMKA Melalui Sidang Umun Demi Membentuk Regenerasi yang Lebih Baik”

Berikut rangkaian kegiatan sidang umum:

Sidang Pleno 1

📅 Senin, 26 dan Selasa, 27 Agustus  2019
🕗 Pukul 07.30 s.d. 20.00 WIB dan 07.30 s.d. 12.00 WIB
🏫 Aula Lantai 4 Kampus A UHAMKA

Sidang Pleno 2
📅 Selasa, 27 dan Rabu, 28 Agustus 2019
🕗 Pukul 13.01 s.d. 20.00 WIB dan 07.30 s.d. 12.00 WIB
🏫 Aula Lantai 4 Kampus A UHAMKA

Sidang Komisi dan Sidang Paripurna
📅 Rabu, 29 Agustus 2019
🕗 Pukul 13.01 s.d. 20.00 WIB
🏫 Aula Lantai 4 Kampus A UHAMKA

Dengan ini kami memohon dengan rasa hormat untuk kesediaan rekan-rekan mahasiswa aktif Fakultas Psikologi UHAMKA untuk hadir dalam acara tersebut 🙂🙏

Sekian dan terima kasih.

Billahifisabililhaq fastabiqul khairot

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 🙏

Selamat Hari Raya Idul Adha

 

Kami KM Fakultas Psikologi UHAMKA mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1440 H” 🙏🙏

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’”. (As-Saffat: 102)