Hari Peringatan Reformasi

🙏 🙏 Assalamualaikum Wr. Wb. 🙏 🙏

👋👋Halo teman-teman👋👋

 

Tahukah kalian, bahwa tepat pada tanggal 21 Mei 21 tahun silam telah terjadi peristiwa besar? Peristiwa besar seperti apa tuh? Jadi, pada hari Kamis, 21 Mei 1998 terjadi suatu momen puncak pendakian panjang para pejuang Reformasi Indonesia karena Presiden Soeharto mengundurkan diri. Pengunduran diri sebagai pemimpin Indonesia dibacakan beliau di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB. Hal ini sebagai jawaban atas desakan para mahasiswa yang menuntutnya agar berhenti menjadi pemimpin Tanah Air. Para demonstran yang padat merayap menduduki Gedung DPR-RI bersorak sorai merayakan ujung penantian panjang ini.

 

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh krisis moneter karena adanya penurunan kurs rupiah dari sekitar Rp 2.000 per dolar AS turun menjadi Rp 17.000 per dolar AS. Akibatnya, ribuan mahasiswa menguasai gedung DPR-RI dan menuntut Presiden Soeharto untuk mundur. Suasana kala itu memanas akibat adanya insiden 4 mahasiswa Universitas Trisakti yang ditembak oleh aparat yang waktu itu berjaga diatas jembatan flyover.  Hal tersebut makin membuat mahasiswa geram dan naik pitam.

 

Lambat laun, Soeharto sadar jika posisinya sebagai pemimpin Indonesia makin terguncang dan melemah. Atas berbagai pemikiran dan pertimbangan, akhirnya beliau memutuskan untuk mundur. Soeharto melepas jabatannya sebagai Presiden RI dan menyerahkan kekuasaannya pada Wakil Presiden BJ Habibie. Kemunduran Soeharto adalah awal jatuhnya orde baru.

 

Terimakasih 😊

👋👋See you in the next articles 👋👋

 

Wassalamualaikum Wr. Wb 🙏 🙏

 

Sumber: (dengan perubahan seperlunya)

http://rilis.id/hari-peringatan-reformasi-sejarah-kemerosotan-soeharto

https://sinmawa.unud.ac.id/posts/hari-peringatan-reformasi-nasional-1

Hari Kebangkitan Nasional

Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2019!

 

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia yang ditandai dengan kelahiran organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. Kebangkitan Nasional merupakan bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri.

 

Hari Kebangkitan Nasional pertama kali diperingati pada era pemerintahan Presiden Soekarno di Yogyakarta, pada 1948. Pada saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional pertama, kepanitiaannya diketuai oleh Ki Hajar Dewantara.

 

Dalam pidatonya, Presiden Soekarno mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia yang terpecah oleh kepentingan politik, agar bersatu untuk melawan Belanda. Soekarno juga menyampaikan bahwa Budi Oetomo merupakan tonggak pergerakan nasional.

Hari Buku Nasional

 

Selamat Hari Buku 2019! Hari Buku Nasional dirayakan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Mei. Sebagai kaum akademisi yang sudah pasti berteman akrab dengan buku, kita harus merayakannya, nih! Tapi, kenapa diperingatinya setiap tanggal 17 Mei, ya? Ternyata, tanggal tersebut tidak dipilih secara acak, teman-teman! Tanggal tersebut memiliki sejarahnya sendiri, lho! Penasaran kan? Yuk simak artikel ini!

Awalnya, penentuan tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional ini merupakan ide dari Menteri Pendidikan Nasional dari Kabinet Gotong Royong yaitu Abdul Malik Fajar pada tahun 2002. Ide tersebut dilatarbelakangi fakta bahwa minat baca di Indonesia pada saat itu lebih rendah dibandingkan dengan Tiongkok. Minat baca masyarakat Indonesia rata-rata hanya 18.000 judul buku per tahun, sedangkan minat baca masyarakat Tiongkok rata-rata 140.000 judul buku per tahun. Makanya Menteri Pendidikan Nasional saat itu ingin Indonesia memiliki Hari Buku Nasional untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Selain itu, ada fakta menarik lagi lho! 17 Mei juga bertepatan dengan peringatan pendirian gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau Perpusnas. Perpusnas sendiri didirikan pada 17 Mei 1980 di Jakarta. Saat ini, Perpusnas ditetapkan sebagai perpustakaan tertinggi di dunia karena memiliki 27 lantai. Adakah di antara kalian yang sudah pernah berkunjung ke sana dan melihat sendiri kemegahan Perpusnas? Pasti seru, ya!

Banyak harapan dan tujuan dari peringatan Hari Buku Nasional ini, yaitu semoga masyarakat Indonesia jadi lebih gemar membaca dan memiliki kepedulian terhadap minat baca. Semoga penjualan buku di Indonesia makin meningkat, karena jika permintaan masyarakat terhadap buku meningkat, penjualan buku pun meningkat. Masyarakat Indonesia juga diharapkan dapat melestarikan budaya membaca buku serta meningkatkan penjualan buku. Bagaimana cara agar harapan dan tujuan peringatan ini tercapai? Caranya, yuk mulai memperbanyak bacaan kita! Selamat Hari Buku Nasional 2019!
****
SERBA-SERBI: 6 BUKU UNIK DI DUNIA

Setelah mengetahui sejarah tentang peringatan Hari Buku Nasional, alangkah lebih baik jika kita menambah wawasan kita dengan membaca serba-serbi tentang 6 buku unik yang ada di dunia. Wah! Ada buku apa aja, sih? Yuk kita simak!

1. Buku bersampul kulit manusia

Di perpusatakaan kampus Harvard University, Amerika Serikat, terdapat sebuah buku yang bersampulkan kulit manusia berjudul Des destinees de I’ame (Pada Takdir Jiwa) karya Arsene Houssaye. Pihak kampus sendiri sudah mengonfirmasi kebenarannya setelah melakukan serangkaian pengujian ilmiah. Buku yang terbit pada tahun 1880-an itu sudah ada di perpustakaan sejak tahun 1930. Buku tersebut berasal dari koleksi perpusatakaan Houghton, yaitu perpusatakaan yang khusus menangani karya langka, unik dan antik.

2. Buku yang Bisa Dimakan

Sebuah perusahaan di Uni Emirat Arab membuat buku yang bisa dimakan dengan nutrisi sebanding dengan satu burger keju karena banyak kasus pengembara gurun yang tersesat serta kelaparan di padang pasir. Buku yang bisa dimakan tersebut berisi tentang metode dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk bertahan di padang pasir yang mematikan.

Selain Uni Emirat Arab, sebuah perusahaan desain yang bernama Korefe dari Jerman juga menciptakan sebuah buku masak pertama yang bisa kita baca dan kita makan, lho! Buku masak unik ini bernama The Cookbook Real. Buku ini terbuat dari 100% pasta segar yang berisi resep tentang cara membuat lasagna klasik. Bahan untuk membuat lasagna tersebut adalah buku itu sendiri. Lembaran halaman buku itu pula yang digunakan sebagai bahan masakan dan dipanggang sehingga tersajilah lasagna yang lezat.

3. Buku Mini

Buku mini yang berjudul The Crosseyed Lefthander from Tula and The Steel Flea ini berisi tentang kisah seorang pengrajin senjata kidal yang menciptakan sepatu kuda untuk masyarakat Inggris. Karena ukurannya sangat kecil, yakni 88 kali lebih kecil dari pada buku termini di dunia versi Guiness Book of Records, buku ini muat dan cukup jika ditaruh di atas biji bunga Poppy yang dibelah. Buku ini juga hanya dapat dibaca dengan menggunakan mikroskop dan tidak dapat dibaca dengan mata biasa. Halaman buku unik ini terbuat dari lapisan plastik yang ekstra tipis sehingga sangat rapuh. Sedangkan tulisannya dibuat dengan huruf cetak melalui media litografi. Media ini merupakan metode untuk percetakan di atas permukaan yang licin.
4. Buku Kuno Raksasa

Rekor buku kuno dan raksasa di dunia dimiliki oleh negara tetangga kita, Myanmar. Buku ini terletak di Pagoda Kuthodaw yang dibangun di kaki Bukit Mandalay. Bentuk buku ini sangat tidak umum karena berbentuk lempengan tablet. Buku ini terdiri dari 1.460 halaman yang disatukan menjadi 729 lempeng tablet, masing-masing memiliki lebar 107 cm dan panjang 153 cm. Isi buku ini ialah poin-poin kebijakan Buddha yang sangat bersejarah dalam perkembangan agama Buddha. Buku ini menjadi buku terbesar di dunia karena tersebar di halaman kompleks Pagoda Kuthodaw.

5. Buku Yang Sekaligus Merangkap Tiket Kereta Api

Nah, kalau buku unik satu ini Brazil punya, nih! Jadi, Brasil adalah negara di Amerika Selatan dengan rasio jumlah baca hanya 2 judul buku per tahun. Tidak tinggal diam, Penerbit L&PM Editores (sebuah penerbit buku di Brasil) bekerja sama dengan agensi iklan Agencia Africa untuk meningkatkan tingkat baca yang sangat rendah pada warga Brasil. Caranya dengan membuat buku multifungsi berjudul “Ticket Books”. Buku ini bisa dibaca sekaligus berfungsi sebagai tiket kereta bawah tanah. Setiap buku dilengkapi dengan chip khusus yang bisa dipindai pada sensor tiket di stasiun. Cukup unik, bukan??

6. Buku Yang Bisa Ditanam

Perusahaan penerbitan Pequeno Editor yang berada di Argentina menerbitkan buku berjudul Mi Papa Estuvo en la Selva atau “Ayahku Di Hutan”. Buku ini menceritakan tentang hutan dan bagaimana cara untuk menghargai setiap makhluk hidup. Yang menjadikan buku ini istimewa jika dibandingkan dengan buku bacaan lainnya adalah buku ini bisa ditanam. Buku anak-anak ini dibuat dari kertas bebas asam, tinta ramah lingkungan, dan dilengkapi dengan biji jacaranda yang bisa tumbuh menjadi pohon dalam beberapa tahun. Buku ini merupakan bagian dari proyek Tree Book Tree. Target dari proyek ini adalah anak-anak usia 8-12 tahun. Tujuannya mengajarkan kepada anak-anak tentang asal-muasal buku sekaligus mengajak mereka berbuat lebih untuk lingkungan yang telah memberikan kehidupan bagi umat manusia.

Sumber :
https://bobo.grid.id/read/08675269/inilah-4-buku-terunik-di-dunia-salah-satunya-bisa-dimakan-lo?page=all

Ternyata Begini Lho, Asal-Usul Hari Buku Nasional Diperingati Tiap 17 Mei


https://penerbitdeepublish.com/8-fakta-unik-tentang-buku/amp/

Calon Ketua dan Wakil Ketua Umum BEM FPSI UHAMKA Periode 2019-2020

 

Inilah wajah calon ketua dan wakil ketua umum BEM Fakultas Psikologi UHAMKA periode 2019-2020 beserta visi dan misi mereka.

 

Kandidat 1

Calon Ketua: Abdul Majid Utama

Calon Wakil Ketua: Indra Maheswara

 

Kandidat 2

Calon ketua: Muhammad Rizki Rais

Calon Wakil Ketua: Meylinda Devi Lestari

 

#PSIKOLOGIUHAMKA

#PEMIRAPSIKOLOGI UHAMKA

#SayNoToGolput

 

“Mahasiswa yang tidak peduli siapa pemimpinnya, akan dipimpin oleh pemimpin yang tidak peduli pada mahasiswanya”

ANOREKSIA

ANOREKSIA

Anoreksia termasuk dalam kategori Gangguan Makan (Eating Disorder). Terdapat 3 tipe gangguan makan, yaitu Anoreksia Nervosa, Bulimia Nervosa, dan “gangguan makan lain yang tidak ditetapkan” (EDNOS – eating disorders not otherwise specified) yang memasukkan beberapa variasi gangguan makan.

Menurut DSM-IV, anoreksia nervosa (AN) dimaksudkan dengan “keengganan untuk menetapkan berat badan kira-kira 85% dari yang diprediksi, ketakutan yang berlebihan untuk menaikkan berat badan, dan tidak mengalami menstruasi selama 3 siklus berturut-turut.” AN terbagi kepada dua jenis. Dalam jenis restricting-tye anorexia, individu tersebut menurunkan berat badan dengan berdiet sahaja tanpa makan berlebihan (binge eating) atau muntah kembali (purging). Mereka terlalu mengonsumsi karbohidrat dan memakan makanan yang mengandung lemak. Manakala pada tipe binge-eating/purging, individu tersebut makan secara berlebihan kemudian memuntahkannya kembali secara sengaja (APA, 2005).

Sederhananya, Anorexia nervosa (AN) adalah gangguan pola makan dengan cara membuat dirinya merasa tetap lapar (self-starvation). Orang-orang yang menderita gangguan emosi ini mengalami ketakutan yang teramat sangat terhadap kenaikan berat badan, bahkan saat mereka sebenarnya sudah sangat kurus. Mereka berusaha untuk menguruskan badannya lagi dengan berbagai cara seperti melakukan diet ketat, melakukan kegiatan fisik secara berlebihan, mengonsumsi obat pencuci perut, maupun selalu memuntahkan makanannya yang telah dimakan dengan disengaja. Adapun tujuan mereka membuat dirinya lapar adalah agar mereka memiliki penampilan fisik yang ramping dan menarik perhatian lawan jenisnya.

Anoreksia nervosa (AN) lebih umum menyerang wanita dibanding pria. Sering kali kondisi ini mulai timbul saat masa praremaja, selama masa remaja, maupun masa awal dewasa. Pola makan menyimpang ini dapat menyebabkan rendahnya berat badan yang sangat ekstrem dan dapat mengancam kehidupan apabila tidak ditangani dengan segera. Selalu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. Kebanyakan orang dengan AN melihat diri mereka sebagai orang dengan kelebihan berat badan, walaupun sebenarnya mereka menderita kelaparan atau malnutrisi. Makan, makanan dan kontrol berat badan menjadi suatu obsesi. Penderita AN akan sentiasa mengukur berat badannya berulang kali, menjaga porsi makanan dengan berhati-hati, dan makan dengan kuantiti yang sangat kecil dan terhadap pada sebagian makanan (Wonderlich et al, 2005).

Orang dengan AN akan mempunyai masalah psikiatri dan macam-macam penyakit fisik, misalnya depresi, ansietas, perilaku obsessive, penyalahgunaan zat, komplikasi kardiovaskular dan neurologis, dan perkembangan fisik yang terhambat (Becker et al, 1999). Gejala lain yang mungkin terlihat adalah penipisan tulang (osteopenia atau osteoporosis), rambut dan kuku yang rapuh, kulit yang kering dan kekuningan, perkembangan rambut halus di seluruh tubuh, anemia ringan, kelemahan dan kehilangan otot, konstipasi berat, tekanan darah rendah, pernapasan yang melemah, penurunan suhu tubuh internal yang menyebabkan orang tersebut sering merasa dingin, dan kelesuan (Wonderlich, 2005).

FAKTOR PENYEBAB
Berikut faktor penyebab gangguan makan (eating disorder) baik untuk AN dan BN:
1) Faktor sosio-kultural
Tekanan yang berlebihan pada wanita muda untuk mencapai standar kurus yang tidak realistis.

2) Faktor psikologis
a. Diet yang kaku atau sangat membatasi dapat mengakibatkan berkurangnya kontrol yang diikuti dengan pelanggaran diet dan menghasilkan makan berlebihan yang bersifat bulimik.
b. Ketidakpuasan pada tubuh memicu dilakukannya cara-cara yang tidak sehat untuk mencapai berat badan yang diinginkan.
c. Merasa kurang memiliki kontrol atas berbagai aspek kehidupan selain diet.
d. Kesulitan berpisah dari keluarga dan membangun identitas individual
e. Kebutuhan psikologis untuk kesempurnaan dan kecenderungan untuk berpikir secara hitam putih

3) Faktor keluarga
a. Keluarga dari pasien gangguan makan seringkali memiliki karakteristik yang sama yaitu adanya konflik, kurang kedekatan dan pengasuhan, serta gagal dalam membangun kemandirian dan otonomi pada diri anak perempuan mereka.
b. Dari perspektif sistem keluarga, gangguan makan pada anak perempuan dapat memberi keseimbangan pada keluarga yang disfungsional dengan mengalihkan perhatian dari masalah keluarga ataupun masalah pernikahan.

4) Faktor biologis
a. Ketidakseimbangan pada sistem neurotransmitter di otak yang mengatur mood dan nafsu makan.
b. Kemungkinan pengaruh genetis.
GEJALA ANOREKSIA NERVOSA
1) Tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan berturut-turut (amenorrhea)
2) Tidak mau dan menolak makan di depan umum
3) Sering merasa gelisah
4) Lemah
5) Kulit kusam
6) Napas pendek-pendek
7) Khawatir akan asupan kalori berlebih

PENCEGAHAN ANOREKSIA NERVOSA
Pertama, kita harus bisa mengakui bahwa kita memiliki masalah pada pola makan yang tidak sehat. Langkah pertama dalam pemulihan anoreksia ini, hanya butuh kesadaran dari perasaan dan ketidaknyamanan fisik serta emosional yang dirasakan. Jangan lupa untuk membicarakan kecemasan dan perasaan yang kita alami. Walaupun sulit, tapi kita harus bisa dan pasti bisa. Kita pasti akan merasa malu, bimbang, atau takut. Tapi, kita tidak sendiri. Temukan pendengar yang baik atau seseorang yang akan mendukung kita saat kita berusaha menjadi lebih baik. Pasti ada orang yang akan mau mendengar kita.
Selanjutnya, jauhi orang, tempat, dan aktivitas yang memicu obsesi kita menjadi kurus. Kita mungkin perlu menghindari melihat majalah mode, stalking seseorang yang kita anggap sempurna. Lalu, tarik diri sedikit dengan teman-teman atau grup yang terus membahas tentang diet. Hal itu bisa menimbulkan kekacauan niat untuk sembuh. Carilah bantuan dan dukungan dari ahli atau dokter profesional yang terlatih dapat membantu Anda mendapatkan kembali kesehatan Anda, belajar untuk makan dengan normal lagi, dan kembangkan sikap sehat tentang makanan dan tubuh Anda.
Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas bentuk tubuh apapun yang Allah berikan pada kita. Karena, manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah Dia ciptakan. Jika Allah saja berbicara seperti itu, bagaimana mungkin kita sebagai hamba-Nya tidak mau bersyukur atas apa yang telah dia beri? Jangan lupa untuk tidak berfokus pada hal-hal yang kita anggap negatif yang ada di dalam diri kita. Terus ingat Allah dan bersyukur pada hal-hal kecil misalnya bisa bernapas secara gratis setiap hari. Karena, diri kita masing-masing adalah pribadi yang berharga. Allah pasti punya alasan mengapa kita diciptakan. Don’t forget to love yourself!
Sumber:
https://www.fimela.com/beauty-health/read/3822549/jenis-jenis-eating-disorder-anorexia-nervosa-dan-bulimia-nervosa

Anoreksia Nervosa


https://www.researchgate.net/publication/326512905_GANGGUAN_MAKAN_ANOREXIA_NERVOSA_DAN_BULIMIA_NERVOSA_PADA_REMA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/23140/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

 

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah hari nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa yang diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Meskipun bukan hari libur nasional, Hari Pendidikan Nasional dirayakan secara luas di Indonesia. Perayaannya biasanya ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, dari tingkat kecamatan hingga pusat, disertai dengan penyampaian pidato bertema pendidikan oleh pejabat terkait. Pada tahun 2019 ini, tema yang diangkat adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

 

Sejarah Hardiknas dan Perjalanan Hidup Ki Hadjar Dewantara

 

Ki Hadjar Dewantara lahir di Pakualaman, Yogyakarta pada Tanggal 2 Mei 1889 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, ia berasal dari keturunan keraton Yogyakarta. Sekolah Dasar ELS adalah pendidikan pertama yang Beliau tempuh. Setelah itu, Beliau melanjutkan pendidikan ke STOVIA atau biasa disebut sebagai Sekolah Dokter Bumiputera yang merupakan sekolah milik Belanda. Sayangnya Beliau terlanjur jatuh sakit sehingga tidak sempat untuk menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut. Setelah itu, Beliau sempat tercatat pernah menjadi wartawan pada beberapa media seperti Oetoesan Hindia, De Express, Midden Java, Sedyotomo, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara.

 

Ki Hadjar Dewantara juga terkenal dengan tulisannya, di mana Beliau seringkali terlibat masalah dengan Belanda akibat dari tulisan-tulisan yang tajam yang ditujukan untuk pihak Belanda. Salah satu tulisan yang terkenal adalah “Als Ik Eens nederlander Was”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Seandainya Saya Seorang Belanda”. Karena tulisan tersebut, Beliau dibuang ke pulau Bangka oleh pihak Belanda. Namun pada akhirnya Beliau mendapatkan bantuan dari Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesumo yang meminta agar beliau dipindahkan ke Belanda. Ketika Beliau telah kembali ke tanah air, Beliau mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922. Taman Siswa merupakan sebuah tempat yang memberikan kesempatan bagi penduduk pribumi untuk dapat menikmati pendidikan yang sama dengan orang-orang yang memiliki kasta lebih tinggi. Sebab pada jaman penjajahan Belanda, pendidikan merupakan hal yang sangat langka dan hanya orang-orang terpandang serta orang-orang asli Belanda sendiri yang diperbolehkan untuk mendapatkan pendidikan. Kemudian, Perguruan Nasional Taman Siswa menjadi tolak ukur konsep awal pendidikan nasional di Indonesia. Setelah mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa, Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya.

 

Selain terkenal dengan tulisannya, ada pula semboyan terkenal milik Beliau yang hingga kini masih digunakan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Semboyan tersebut adalah “Ing Ngarsa Sung Tulada (dari depan, seorang pendidik harus memberikan teladan yang baik). Ing Madya Mbangun Karsa (dari tengah, seorang pendidik harus dapat menciptakan prakarsa atau ide). Serta Tut Wuri Handayani (dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberi arahan). Makna dari “Ing Ngarsa Sun Tulada” dapat diartikan bahwa sebagai seorang pemimpin, harus memiliki sikap serta perilaku yang patut untuk menjadi di contoh oleh pengikutnya. Sedangkan “Ing Madya Mbangun Karsa” dapat diartikan bahwa seorang pemimpin harus bisa berada di tengah untuk dapat membangkitkan niat para pengikutnya agar terus maju dan  melakukan inovasi. Kalimat terakhir adalah “Tut Wuri Handayani” yang berarti bahwa seorang pemimpin jika berada di belakang, pemimpin tersebut harus dapat memberikan motivasi serta dorongan untuk semangat kerja bagi para pengikutnya.

 

Pada saat Kabinet pertama Republik Indonesia, Beliau diangkat menjadi Menteri Pendidikan (Menteri Pengajaran Indonesia) pertama dan mendapat anugerah gelar Doktor kehormatan Doctor Honoris Causa, Dr.H.C. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Tahun 1957. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 26 April 1959, Beliau wafat pada usia 70 tahun di Jogjakarta dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata. Berkat usaha kerja keras dan jasanya dalam rangka merintis pendidikan di tanah air, Beliau dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia atas dasar Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959, dan hari kelahiran Beliau ditetapkan dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia.

 

Peringatan Hardiknas

Bagaimana cara kita memperingati Hardiknas?? Untuk para pelajar, biasanya akan mengadakan apel bersama untuk mengenang jasa para pahlawan yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan, setelah itu, biasanya ada beberapa sekolah atau instansi yang mengadakan lomba pidato mengenai peran penting pendidikan nasional di Indonesia. Untuk orang tua, peran orang tua juga sangat berpengaruh bagi perkembangan para pelajar dan dunia pendidikan. Dengan memberikan contoh yang baik tentang bagaimana berperilaku dengan norma-norma dan pendidikan dasar, orang tua bisa membantu generasi penerus bangsa untuk  bertingkah sebagai mana mestinya. Sebagai masyarakat Indonesia, mengetahui sejarah Hardiknas serta makna hari pendidikan nasional dinilai sangat penting agar generasi mendatang selalu mengingat perjuangan untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia tidak diraih dengan mudah. Nah, bagaimana cara memperingati Hardiknas bagi mahasiswa seperti kita? Tentu saja, peran dan fungsi mahasiswa sebagai agent of change sangat amat bisa digunakan pada momen kali ini. Dengan menyuarakan aspirasi terkait pendidikan di Indonesia, atau memulai sebuah inovasi demi kemajuan pendidikan di Indonesia, mahasiswa bisa membantu Indonesia mengubah sistem pendidikan ke arah yang lebih baik meskipun dari hal kecil.

 

Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional, diharapkan dapat ada kesan dan makna tersendiri yang mendalam terhadap kemajuan pendidikan baik formal maupun informal di Indonesia. Karena, walaupun Indonesia sudah merdeka, sektor pendidikan masih perlu dibenah, dibedah, dan diperbaiki lagi. Wahai masyarakat Indonesia, jangan pernah letih untuk membangun negara sendiri ke arah yang lebih baik! Yuk, mulai aja dulu menyuarakan aspirasi demi pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi. Hidup Indonesia!

 

Sumber:

http://www.dunia-mulyadi.com/2017/01/hardiknas-mengenang-kembali-sejarah-dan-makna-hari-pendidikan-nasional.html

http://kamparkab.go.id/berita/bangkinang-kota/memahami-sejarah-dan-makna-hari-pendidikan-nasional.html

https://www.masukuniversitas.com/makna-sejarah-hardiknas/

https://sevima.com/alasan-mengapa-2-mei-ditetapkan-menjadi-hardiknas/

http://bangka.tribunnews.com/2018/05/02/ki-hajar-dewantara-5-fakta-hari-pendidikan-nasional-dan-sosok-kunci-di-baliknya?page=all

Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat

Tahukah kamu? Selain Hari Buruh, tanggal 1 Mei juga diperingati sebagai Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat, lho! Apa kalian pernah mendengar tentang peringatan Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat? Apa yang terjadi sebenarnya? Bagaimana ini semua dimulai? Penasaran kan? Yuk simak penjelasannya!

 

A. Pengertian Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat

Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat diperingati pada 1 Mei setiap tahunnya. “Pembebasan” ini adalah hasil dari upaya Republik Indonesia untuk menggabungkan teritori pulau Papua bagian Barat yang sebelumnya juga menjadi daerah koloni Kerajaan Belanda. Setelah usaha diplomatis yang tidak menentukan (Konferensi Meja Bundar, 1949), Republik yang dipimpin Soekarno mulai mempersiapkan sebuah agresi militer yang kini dikenal sebagai Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) yang diumumkan tanggal 19 Desember 1961 di Alun-alun Utara Yogyakarta.

 

Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) sendiri merupakan konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat (sejak 19 Desember 1961–15 Agustus 1962). Pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

 

B. Sejarah Hari Pembebasan Irian Barat

Awal peristiwa ini ialah ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda termasuk wilayah barat Pulau Papua. Namun, pihak Belanda menganggap wilayah tersebut masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menjadikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an. Namun, pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan Indonesia dan Belanda. Hal ini kemudian dibicarakan dalam beberapa pertemuan dan dalam berbagai forum internasional.

 

Pada September 1961, Belanda mengajukan Usulan Luns. Usulan tersebut berisi menjadikan Papua Barat di bawah perwakilan PBB dan diberikan penentuan nasib sendiri menuju kemerdekaan. Berlanjut pada 1 Desember 1961, Parlemen Papua Barat mengibarkan bendera Bintang Kejora sebagai simbol berdirinya negara Papua Barat. Pada 19 Desember 1961, di sinilah Soekarno mengumumkan Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat). Dia menyerukan, pertama, untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Papua. Kedua, untuk mengibarkan bendera merah putih di Irian Barat. Dan ketiga, untuk bersiap-siap bagi mobilisasi umum.

 

Pada 2 Januari 1962, melalui, Keputusan Presiden Nomor 1/1962, Soekarno membentuk Komando Mandala yang bertugas melancarkan operasi militer untuk merebut Papua. Komandan operasi tersebut adalah Seoharto yang saat itu berpangkat mayor jenderal. Pada 15 Agustus 1962 diperoleh Perjanjian New York yang berisi Belanda menyerahkan kekuasaannya atas Papua kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). Lembaga tersebut yang akan menyerahkan kekuasaan atas Papua kepada Indonesia. Perjanjian tersebut juga mengatur bahwa Indonesia harus melaksanakan suatu Act of Free Choice atau penentuan pendapat orang Papua mengenai kesediannya menjadi bagian dari Indonesia atau tidak sebelum akhir tahun 1969. Kegiatan tersebut berada dalam pengawasan PBB. Pada 1 Oktober 1962, Belanda menyerahkan otoritas administrasi Papua kepada UNTEA. Lalu, sebagaimana dicatat Nugroho, pada 31 Desember 1962, bendera merah-putih-biru Belanda resmi diturunkan, diganti bendera merah-putih Indonesia, sebagai tanda dimulainya kekuasaan de jure Indonesia, di bawah pengawasan PBB, atas Papua.
Pada 1 Mei 1963 Papua bagian barat kembali ke Indonesia. Pada 1969, diselenggarakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) yang diatur oleh Jenderal Sarwo Edhi Wibowo. Menurut anggota OPM Moses Werror, beberapa minggu sebelum PEPERA, angkatan bersenjata Indonesia menangkap para pemimpin rakyat Papua dan mencoba membujuk mereka dengan cara sogokan dan ancaman untuk memilih penggabungan dengan Indonesia. PEPERA ini disaksikan oleh dua utusan PBB, namun mereka meninggalkan Papua setelah 200 suara (dari 1054) untuk integrasi. Hasil PEPERA adalah Papua bergabung dengan Indonesia, namun keputusan ini dicurigai oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan berbagai pengamat independen lainnya. Walaupun demikian, Amerika Serikat, yang tidak ingin Indonesia bergabung dengan pihak komunis Uni Soviet, mendukung hasil ini.  Kedudukan Papua bagian barat menjadi lebih pasti setelah diadakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969, rakyat Papua bagian barat memilih tetap dalam lingkungan Republik Indonesia (RI). Pada 01 Mei 1963 upacara serah terima Irian Barat dari UNTEA kepada RI di Hollandia (Jayapura) terjadi. Papua bagian barat menjadi provinsi ke-26 Indonesia, dengan nama Irian Jaya.

 

Setelah Papua bagian barat digabungkan dengan Indonesia sebagai Irian Jaya, Indonesia mengambil posisi sebagai berikut:

  1. Papua bagian barat telah menjadi daerah Republik Indonesia sejak 17 Agustus 1945 namun masih dipegang oleh Belanda
  2. Belanda berjanji menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar
  3. Penggabungan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah tindakan merebut kembali daerah Indonesia yang dikuasai Belanda
  4. Penggabungan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah kehendak rakyat Papua.

 

Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid memberi otonomi khusus kepada provinsi Papua untuk meredam usaha separatis. Provinsi ini kemudian dibagi dua menjadi provinsi Papua dan Irian Jaya Barat (sekarang Papua Barat) melalui instruksi Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001.

 

C. Monumen Pembebasan Irian Barat

Jika kita mampir ke Lapangan Banteng, Jakarta, kita akan melihat Monumen Pembebasan Irian Barat yang berdiri kokoh. Monumen berupa patung ini adalah salah satu patung paling ikonik yang ada di Indonesia. Patung setinggi 9 meter tersebut adalah karya dari pematung Edhi Soenarso. Patung tersebut digagas Soekarno sebagai karya seni publik yang bisa dinikmati semua orang. Meski dibuat oleh Soenarso, sketsa patung tersebut dibuat oleh seniman Henk Ngantung (Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu) yang juga akrab dengan Soekarno. Pembuatan patung pembebasan Irian Barat membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun. Monumen patung pembebasan Irian Barat diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1963, bertepatan dengan hari kemerdekaan NKRI ke-18.

. Patung ini menggambarkan seorang laki – laki yang dengan gagah berhasil memutus rantai yang ada di tangan dan kakinya. Rantai yang terputus  tersebut merepresentasikan terputusnya kekuasaan Belanda atas wilayah Irian Barat. Monumen ini dibangun untuk mengenang para pejuang Trikora dan masyarakat Irian Barat yang memilih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah lepas bebas dari penjajahan Belanda, karena wilayah Irian Barat dipertahankan Belanda sejak Konferensi Meja Bundar (1949) dan Belanda mengulur- ulur waktu sampai Bung karno membentuk Komando Trikora. Hingga sekarang, monumen ini berada di bawah tanggung jawab layanan taman Jakarta.

 

BONUS:

Tahukah kamu? Irian adalah singkatan dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederland.

 

Sumber:

https://gelorasriwijaya.co/blog/1-mei-hari-peringatan-pembebasan-irian-barat/

http://jakarta-tourism.go.id/2017/news/2018/02/patung-pembebasan-irian-barat

https://kabar24.bisnis.com/read/20180311/79/748298/berikut-ini-kisah-di-balik-patung-lapangan-banteng-yang-mungkin-anda-lupakan

http://www.liburananak.com/id/kids-holiday-spots/9-gardens/886/monumen-pembebasan-irian-barat#.XMiPzVQzbIU

http://malahayati.ac.id/?p=24594

https://tirto.id/resolusi-tahun-baru-ala-Soekarno-rebut-papua-dari-belanda-cCys

Sibero, Tarigan. Kisah Heroik Merebut Papua Barat. 2006. TNI.

Hari Buruh Internasional

 

#Pengertian Buruh dan Hari Buruh

Setiap tanggal 1 Mei, seluruh dunia merayakan International Workers Day (Hari Buruh Internasional) yang dikenal dengan nama May Day. Beberapa negara termasuk Indonesia menetapkan tanggal 1 Mei ini sebagai hari libur nasional. Apa itu buruh?

Buruh diartikan sebagai orang yang bekerja pada perusahaan baik swasta maupun pemerintah untuk memperoleh gaji atau upah. Secara harfiah, “buruh” menurut kamus Jawa Kuna-Indonesia (Zoetmulder dan Robson), adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti orang yang bekerja dengan memperoleh bayaran. Mengapa ada hari yang memeringati Hari Buruh? Mengapa Hari Buruh dirayakan setiap tanggal 1 Mei? Yuk simak sejarahnya!

 

#Sejarah Hari Buruh Internasional

Semua kejadian ini berawal dari peringatan gerakan massal yang dilakukan oleh buruh-buruh di Amerika Serikat tahun 1886. Gerakan yang juga popular dengan nama “May Day” ini berawal dari rasa ketidakadilan yang dirasakan oleh Serikat Buruh Pekerja pabrik di Amerika Serikat pada waktu, yang dikenakan jam kerja hingga 16 jam per hari. Kemudian, Serikat Pekerja melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut diberlakukannya 8 jam kerja setiap hari serta kenaikan upah yang layak. Demonstrasi besar-besaran dimulai pada awal April 1886, saat itu ratusan ribu buruh Amerika Serikat berkeinginan kuat menghentikan dominasi kelas borjuis, kemudian mereka bergabung dengan organisasi pekerja Knights of Labour. Dalam jangka waktu dua minggu terkumpul sekitar 350 ribu buruh. Kota Chicago merupakan jantung demonstrasi ini diikuti sekitar 90 ribu buruh, di Detroit demonstrasi diikuti 11 ribu buruh, Sedangkan di New York, demonstrasi diikuti sekitar 10 ribu buruh. Demonstrasi pun melebar ke berbagai kota, di Baltimore demonstrasi mempersatukan buruh berkulit hitam dan putih. Sampai pada tanggal 1 Mei 1886, demonstrasi telah menyebar dari New Jersey ke Alabama dan dari Maine ke Texas, yang diikuti oleh 500 ribu buruh di Amerika Serikat.

Pada tanggal 1 Mei 1886, 350.000 orang buruh yang diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika berkumpul untuk melakukan pemogokan di sejumlah tempat di Amerika. Kemudian pada 3 Mei 1886, pemerintah mengutus sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja di pabrik McCormick. saat itu para polisi membabi-buta menembaki pemogok yang berhamburan hingga menyebabkan empat buruh tewas. Hal ini memicu kemarahan di kalangan kaum buruh, sebagian menyarankan agar kaum buruh membalas dengan mengangkat senjata. Sejumlah kaum anarkis yang dipimpin August Spies dan Albert Parsons, yang merupakan anggota aktif Knights of Labour, menghimbau kepada kaum buruh agar mempersenjatai diri dan berpartisipasi dalam demonstrasi keesokan harinya.

Pada 4 Mei 1886 di bunderan lapangan Haymarket, para buruh kembali melakukan aksi mogoknya dengan demonstran yang lebih besar, aksi ini juga ditujukan sebagai bentuk protes tindakan represif aparat (polisi) kepada kaum buruh. Awalnya aksi ini berjalan dengan damai, namun karena cuaca buruk, banyak demonstran yang membubarkan diri sehingga kerumunan demonstran tersisa sekitar ratusan orang saja. Sekitar 180 polisi datang dan memerintah agar pertemuan dibubarkan. Ketika pembicara terakhir akan turun mimbar dan menuruti perintah polisi, Sebuah bom yang tidak diketahui dari mana asalnya meledak di barisan polisi dan mengakibatkan seorang petugas tewas dan puluhan di antaranya terluka. Kejadian tersebut langsung di balas oleh pihak kepolisian dengan menembak secara membabi buta ke arah demonstran. Jumlah korban demonstran saat itu tidak dapat dihitung secara pasti, namun diperkirakan terdapat puluhan demonstran tewas dan ratusan lainnya terluka. Hingga beberapa hari kemudian, Tentara dan Polisi AS melakukan sweeping di Chicago untuk mencari sisa demonstran yang dianggap radikal. saat itu Ratusan orang ditangkap dan dipenjara tanpa alasan yang jelas.

Pada Juli 1889, tiga tahun setelah kejadian di atas, diadakan Kongres Sosialis Internasional di Paris, Prancis. Kongres ini menyatakan bahwa setiap tanggal 1 Mei dijadikan hari libur internasional bagi para pekerja untuk memperingati insiden Haymarket yang menggunakan bendera merah sebagai simbol setiap tumpah darah para pekerja yang berjuang demi hak mereka. Hari libur ini kemudian dikenal sebagai International Workers Day atau Hari Buruh. Hingga kini, 1 Mei secara kontinyu masih diperingati oleh seluruh buruh di dunia sebagai momentum perjuangan heroik menuntut keadilan dan kesejahteraan yang lebih pantas.

 

#Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Peringatan Hari Buruh telah diperingati di Indonesia sejak tahun 1920. Bahkan pada era Presiden Soekarno pernah dibentuk peraturan mengenai buruh, lebih detailnya pada tahun 1948, dikeluarkan UU Kerja nomor 12/1948 yang mengesahkan 1 Mei sebagai tanggal resmi hari Buruh. Dalam pasal 15 ayat 2 UU No. 12 tahun 1948 dikatakan: “Pada hari 1 Mei buruh dibebaskan dari kewajiban bekerja”. Namun sejak masa pemerintahan Orde Baru (Soeharto), hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis. Semasa Orde Baru, aksi untuk memperingati May Day digolongkan ke dalam kategori aktivitas subversif, karena May Day saat itu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi tersebut jelas tidak tepat, karena mayoritas negara di dunia ini (yang mayoritas menganut prinsip nonkomunis, bahkan yang memiliki paham antikomunis), telah menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari Buruh dan menjadikan hari tersebut sebagai hari libur nasional.

Setelah era Orde Baru tumbang, meskipun 1 Mei bukan hari libur, namun setiap tanggal tersebut kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan mengadakan demonstrasi di berbagai kota. Ketakutan bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei akan menghasilkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan Hari buruh tahun 1999 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban umum/negara”. Yang terjadi bahkan sebaliknya, yaitu tindakan represif aparat keamanan (Polisi/SatpolPP) terhadap kaum buruh, karena mereka masih memegang paradigma lama yang memandang peringatan Hari Buruh adalah subversif dan disokong gerakan komunis.

Masuk ke pemerintahan SBY, pada tahun 2013, pemerintah berkeinginan menjadikan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional sekaligus memperingati Hari Buruh Nasional. Menurut rencana awal, hal itu akan terealisasi mulai tahun 2014. Di Indonesia, peringatan Hari Buruh diperingati dengan melakukan demonstrasi besar-besaran di berbagai kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang dan kota kota besar lainnya. Kebanyakan orasi demonstran menuntut penghapusan sistem outsourcing dan kenaikan upah.

 

#Tuntutan Buruh 2019

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, Serikat Buruh menuntut tiga hal dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Tuntutan pertama yaitu mengembalikan hak berunding Serikat Buruh dalam penentuan kenaikan upah minimum. Tuntutan kedua yakni mencabut formula penentuan kenaikan upah minimum yang selama ini bersandar pada inflasi plus pertumbuhan ekonomi. Ketiga, buruh ingin pemberlakuan upah minimum sektoral secara menyeluruh, baik di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

Said Iqbal pun menyatakan, Jokowi telah menyetujui permintaan serikat buruh terkait revisi PP 78/2015 tentang Pengupahan tersebut. Dengan begitu, KSPI akan menyuarakan tuntutan tersebut saat perayaan May Day pada 1 Mei. Di samping itu, Said menyebutkan, Serikat Buruh juga mengajukan beberapa permintaan tambahan kepada Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Salah satunya, meminta pengadaan daycare di perusahaan menengah atas bagi buruh wanita bergaji UMR untuk bisa menitipkan anaknya pada saat bekerja. Meski belum diketahui siapa yang akan menjadi presiden berikutnya, Said mengatakan bahwa KSPI mengapresiasi dan berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang menyetujui adanya revisi PP 78.

 

#Peran Mahasiswa dalam Hari Buruh

Banyak sekali aksi yang digelar pada Hari Buruh, untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Peringatan ini juga bisa kita rayakan sebagai momen untuk membantu para buruh mendapatkan kesejahteraannya. Sebagai mahasiswa, sampai kapan kita terus menyibukkan diri pada dunia kita sendiri, mengurung diri di kelas atau di dalam kampus. Sedangkan di luar sana banyak kaum buruh yangsedang mati-matian memperjuangkan haknya untuk mendapatkan upah yang layak, sementara anak dari kaum buruh tidak dapat mengenyam pendidikan karena membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Mahasiswa dibandingkan sektor rakyat yang lain (buruh, petani, nelayan, dll) memiliki banyak waktu untuk belajar serta melihat situasi perkembangan masyarakat tertindas. Ernest Mandel dalam pidatonya pada “Majelis Internasional Gerakan Mahasiswa Revolusioner”  mengatakan bahwa mahasiswa seperti kita memiliki kewajiban menerjemahkan pengetahuan teoretis, yang mereka peroleh di universitas, ke dalam kritik-kritik yang radikal terhadap keadaan masyarakat sekarang yang relevan dengan mayoritas penduduk. Mahasiswa harus berjuang di dalam universitas dan lebih luas untuk masyarakat. Gerakan mahasiswa harus menghapuskan sekat-sekat sempit ruang kelas yang selama ini mengurung pengetahuannya terhadap situasi perkembangan masyarakat tertindas.

Bung Karno pada pidatonya yang berjudul “Hilangkan Steriliteit Dalam Gerakan Mahasiswa” memberikan pelajaran mendalam bagi gerakan mahasiswa agar tidak mensterilkan diri dari gerakan rakyat lainnya. Kaum marhaenis (mahasiswa, dan elemen rakyat lainnya yang berkesadaran revolusioner) harus berjuang bersama, dan terlibat dalam setiap gerakan rakyat. Itulah alasan mengapa mahasiswa harus ikut serta dalam setiap perjuangan rakyat di luar mereka. Mahasiswa semestinya menunjukkan keberpihakannya terhadap kelas tertindas. Mahasiswa merupakan intelektual yang tidak netral dan bebas nilai tetapi berpihak kepada masyarakat lemah dan tertindas serta mengerti akar permasalahan yang dihadapi bersama yakni sistem Kapitalisme. Mahasiswa juga berkewajiban mengorganisir dirinya berjuang bersama rakyat dan membantu mereka membentuk organisasi perjuangan serta terlibat dalam masalah keseharian masyarakat tertindas.

Bersatunya mahasiswa dengan elemen masyarakat miskin lainnya terutama kaum buruh akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Tentunya dengan disertai perspektif dan teori yang tepat terhadap situasi masyarakat dan perkembangannya, perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai. Apalagi, salah satu peran dan fungi mahasiswa sebagai agent of change juga dapat terlaksanakan dengan bersatunya mahasiswa dengan masyarakat. Ketika aspirasi kita sebagai mahasiswa didengar dan diwujudkan oleh pihak berwenang, peran dan fungsi kita sebagai mahasiswa tentu terpakai dan terjalankan. Kita tidak menjadi mahasiswa apatis yang hanya mengikuti arus, kita adalah penggerak, kita adalah masa depan bangsa. Jadi, sudahkah kamu melakukan sesuatu untuk Hari Buruh? Jangan lupa dukung terus buruh untuk Indonesia yang lebih baik lagi! Merdeka!

 

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180501085633-282-294826/sejarah-1-mei-menjadi-hari-buruh-sedunia

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/humanika/article/view/4609/4190

http://www.gelora45.com/news/HariBuruhSeduniaDiIndonesia.pdf

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3953169/tolak-pp-pengupahan-ini-3-hal-yang-jadi-tuntutan-buruh

http://www.markijar.com/2015/10/sejarah-hari-buruh-dunia-dan-indonesia.html

https://www.sketsaunmul.co/opini/peran-penting-gerakan-mahasiswa-dalam-perjuangan-kaum-buruh/baca

Gallery of LKTM: Day 3

 

Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya (LKTM)

📄”Meningkatkan Kualitas Kader sebagai Regenerasi yang Cerdas untuk Organisasi yang Berkualitas”
📆 19 s.d. 21 April 2019

Berikut rangkaian acara LKTM 2019 hari ketiga:
-Senam pagi
-Materi 8 Manajemen Aksi oleh Bang Muhammad Rafadil & Bang Nur Muhamad Faisal
-Simulasi Materi 8 Manajemen Aksi
-Mabes
-Dibalik Layar LKTM 2019
-Pembacaan SK sekaligus penutupan

Gallery of LKTM: Day 2

 

Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya (LKTM)

📄”Meningkatkan Kualitas Kader sebagai Regenerasi yang Cerdas untuk Organisasi yang Berkualitas”
📆 19 s.d. 21 April 2019

Berikut rangkaian acara LKTM 2019 hari kedua:
-Materi 4 Sistem Peradilan KM UHAMKA oleh Bang Aditya Suracchman, S.Farm.,Apt
-Materi 5 Analisis SWOT oleh Bang Chredias Chandra Abadi & Kak Frisky Nurhaliza
-Focus Group Discussion (FGD)
-Materi 6 Administrasi Kelembagaan oleh Kak Jeny Hokita, S.Psi & Kak Hikmiyati Aziz
-Solat berjamaah
-Games
-Materi 7 Retorika Lanjut oleh Bang Deaz Alfin Azhari
-Simulasi Materi 7 Retorika Lanjut
-Pensi