H-3 LKTM 2019

Assalamualaikum Wr. Wb. ūüôŹ
ūüĎčūüĎčHalo teman-temanūüĎčūüĎč

Tak terasa ya, LKTM 2019 sudah H-3 nih.
Jangan lupa cek postingan sebelumna. Atau bisa juga dilihat dengan cara cek line kami di @jkm9291q dan cek akun instagram kami di @psikologiuhamka untuk mengetahui barang bawaan individu dan kelompok yang harus kalian bawa untuk Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya (LKTM). Jangan sampai ada yang tertinggal yaa! ūüėä

ūü凜Meningkatkan Kualitas Kader sebagai Regenerasi yang Cerdas untuk Organisasi yang Berkualitas”
ūüďÜ 19 s.d. 21 April 2019

Wassalamualaikum Wr. Wb. ūüôŹ

 

Barang Bawaan Kelompok LKTM 2019

Assalamualaikum Wr. Wb. ūüôŹ
ūüĎčūüĎčHalo teman-temanūüĎčūüĎč

LKTM 2019 sudah dekat nih. Sudah sejauh mana persiapanmu?
Berikut barang bawaan kelompok Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya (LKTM). Jangan lupa dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan teman sekelompokmu yaa! ūüėä

ūü凜Meningkatkan Kualitas Kader sebagai Regenerasi yang Cerdas untuk Organisasi yang Berkualitas”
ūüďÜ 19 s.d. 21 April 2019

Wassalamualaikum Wr. Wb. ūüôŹ

 

Barang Bawaan Individu LKTM 2019

Assalamualaikum Wr. Wb. ūüôŹ
ūüĎčūüĎčHalo teman-temanūüĎčūüĎč

LKTM 2019 sudah dekat nih. Sudah sejauh mana persiapanmu?
Jangan lupa cek akun line kami @jkm9291q dan akun instagram kami di @psikologiuhamka untuk melihat barang bawaan individu Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya (LKTM). Jangan lupa dipersiapkan yaa!

ūü凜Meningkatkan Kualitas Kader sebagai Regenerasi yang Cerdas untuk Organisasi yang Berkualitas”
ūüďÜ 19 s.d. 21 April 2019

Wassalamualaikum Wr. Wb. ūüôŹ

Twibbon LKTM FPSI 2019

ūüĎčūüĎčHallo teman-teman peserta LKTM Fakultas Psikologi UHAMKA 2019!! ūüĎčūüĎč

Yuk ekspresikan semangat kalian mengikuti kegiatan LKTM dengan mengunggah twibbon di akun Instagram kalian dengan cara:
1. Download twibbon dengan cara klik link berikut ini => https://drive.google.com/file/d/1T36VP-BerOfM1FAwUnsJgUBUG5c7s1Nt/view?usp=drivesdk
2. Edit bingkai twibbon yang telah kalian download dan masukkan foto kalian
3. Upload ke instagram kalian dan tag ke @psikologiuhamka disertai dengan caption berikut:
‚ÄúHallo teman-teman, perkenalkan nama saya ‚Ķ.. sebagai peserta LKTM Fakultas Psikologi UHAMKA. Saya generasi yang cerdas dan berkualitas siap berkontribusi untuk Psikologi yang lebih baik lagi!‚ÄĚ

*Link twibbon dapat dilihat dibio ūüôā

#LKTM2019
#LKFMFPSIUHAMKA2019
#PSIKOLOGIUHAMKA
#BANGGAUHAMKA‚Äé

Continue reading “Twibbon LKTM FPSI 2019”

Yuk Kita Gunakan Hak Suara Kita!

Yuk, gunakan hak suara!
Sudah memasuki bulan April tahun 2019, temen temen tau nggak ada apa sih di bulan ini? Pada tanggal 17 April tahun 2019 ada event special karena kita akan mengadakan pesta Demokrasi Rakyat Indonesia pada Pemilu 2019. Tentunya sebagai warga negara yang baik, kita perlu untuk menggunakan hak suara kita. Mungkin dari teman-teman ada yang bertanya mengapa hak suara perlu digunakan ? Yuk… di baca dulu ya temen-temen, biar kita tau dan menggunakan hak suara yang kita miliki!
Sebelum kita bahas lebih dalam mengenai penggunaan hak suara yang kita miliki, kita perlu mengetahui apa itu pemilu ?
Pemilihan umum atau yang biasa di sebut sebagai pemilu merupakan cara yang digunakan dalam memilih seseorang untuk mengisi suatu jabatan tertentu. Jabatan yang dapat diisi sangat banyak dan beraneka- ragam tergantung pemilihan yang di lakukan di dalam tingkat pemerintahan yang mana. Pada pemilihan umum dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun sekali.
Dalam pemilu, dapat dilakukan berbagai cara untuk mempengaruhi baik secara langsung maupun secara tidak langsung dan hal yang dapat dilakukan dengan cara retorika, hubungan sosial politik, komunikasi media massa, dan lain-lain .
Pada pemilu tahun 2019 terdapat beberapa jabatan yang akan di pilih, yaitu presiden dan wakil presiden, anggota DPR-RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, anggota DPD. Kecuali DKI Jakarta, yang hanya empat kertas suara ‚ÄĒtanpa DPRD kota/kabupaten. Untuk memilih dan menggunakan hak suara, kita perlu mengetahui bahwa nanti kita akan di berikan 5 kertas suara.
Kelima kertas suara tersebut memiliki warnanya yang berbeda-beda. Yaitu:
Abu-abu: Kertas suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Kuning: Kertas suara untuk memilih anggota DPR RI.
Merah: Kertas suara untuk memilih anggota DPD RI.
Biru: Kertas suara untuk memilih anggota DPRD Provinsi.
Hijau: Kertas suara untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten.

Kenapa kita perlu menggunakan hak suara kita ? Karena kita mempunyai tanggung jawab untuk memilih para pemimpin yang akan memimpin masa depan kita dan negara kita. Ketika kita menggunakan hak pilih, berarti kita sudah menggunakan hak kita dalam berpendapat dan berdemokrasi. Dalam hal ini, kita perlu menggunakan hak suara yang kita miliki untuk memilih pemimpin bangsa yang mampu dan membuat bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik, serta menjadi bangsa yanglebih maju dalam berbagai sektor.
Nah, setelah baca ini jangan lupa ya untuk mencari tahu kira-kira calon mana sih yang akan kita pilih? Karena pilihan kita berpengaruh untuk masa depan bangsa ini. Jadi, jangan sampai lupa untuk pergi ke TPS dan gunakan hak suara yang kita miliki untuk memilih pemimpin pilihan kita. Yuk, kita gunakan hak suara dan jadilah pemilih cerdas! Continue reading “Yuk Kita Gunakan Hak Suara Kita!”

Alzheimer

Menurut Hardywinoto dan Setiabudhi (1999), pada umumnya ketika seorang individu berada pada masa lanjut, akan timbul masalah yang bersifat penurunan meliputi fisik, mental, maupun sosial. Namun Schaie dan Willis (2000) mengemukakan bahwa proses menjadi tua merupakan tahapan yang harus dilalui oleh setiap individu karena menjadi tua adalah proses normal dalam sebuah kehidupan. Perubahan fisik, sosial, maupun psikologis yang dialami selama proses menua membutuhkan kesiapan individu yang bersangkutan serta individu yang berada di sekitarnya. Efek dari perubahan tersebut menentukan apakah individu tersebut akan melakukan penyesuaian diri secara baik atau buruk (Hurlock, 2008). Pendapat tersebut diperkuat oleh pernyataan Papalia (2001) yang menyebutkan bahwa perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada lansia dapat menyebabkan perubahan pada kondisi jiwanya. Masalah lain yang terkait dengan lansia adalah lansia sering mengalami gangguan pada fungsi tubuh secara umum. Salah satu gangguan yang sering timbul pada masa lansia adalah penyakit Alzheimer.

 

Penyakit Alzheimer ditemukan pertama kali pada tahun 1907 oleh seorang ahli Psikiatri dan Neuropatologi yang bernama Alois Alzheimer. Ia mengobservasi seorang wanita berusia 51 tahun yang mengalami gangguan intelektual dan memori serta tidak tahu bagaimana kembali ke tempat tinggalnya, sedangkan wanita itu tidak mengalami gangguan anggota gerak, koordinasi dan reflek. Ditemukan, wanita tersebut mengidap penyakit Alzheimer. Apa itu? Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang secara epidemiologi terbagi 2 kelompok yaitu kelompok yang menderita pada usia kurang 58 tahun disebut sebagai early onset, sedangkan kelompok yang menderita pada usia lebih dari 58 tahun disebut sebagai late onset.

 

Seiring berjalannya waktu, orang tua yang tadinya sehat akan mulai kehilangan kemampuannya secara efektif sebagai pekerja atau sebagai anggota keluarga. Hal ini menunjukkan munculnya penyakit degeneratif otak, tumor, multiple stroke, subdural hematoma atau penyakit depresi, yang merupakan penyebab utama demensia. Istilah demensia sendiri digunakan untuk menggambarkan sindroma klinis dengan gejala menurunnya daya ingat dan hilangnya fungsi intelek lainnya. Menurut Ikawati (2009), demensia merupakan hilangnya ingatan yang bisa timbul bersama dengan gejala gangguan perilaku maupun psikologis pada seseorang. Sementara definisi demensia menurut Unit Neurobehavior pada Boston Veterans Administration Medical Center (BVAMC) adalah kelainan fungsi intelek yang didapat dan bersifat menetap, dengan adanya gangguan paling sedikit 3 dari 5 komponen fungsi luhur yaitu gangguan bahasa, memori, visuospasial, emosi dan kognisi. Penyebab pertama penderita demensia adalah penyakit Alzheimer (50- 60%) dan kedua oleh cerebrovaskuler (20%).

 

Baik Alzheimer dan demensia merupakan gangguan otak yang gejala utamanya adalah kesulitan untuk mengingat berbagai hal. Di Indonesia, keduanya sering disebut dengan satu istilah yang sama, yaitu pikun. Padahal, dua kondisi ini sejatinya berbeda.  Demensia dapat diartikan sebagai sekumpulan gejala yang mengganggu fungsi kognitif otak untuk berkomunikasi serta melakukan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Istilah demensia biasanya menggambarkan kesulitan untuk berpikir yang dialami seseorang, artinya terdapat lebih dari satu gangguan kognitif yang dapat menyebabkan seseorang mengalami demensia. Sedangkan alzheimer adalah suatu penyakit dan merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami gejala demensia. Alzheimer adalah penyebab dari 60 hingga 70 persen kasus demensia. Alzheimer juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk penyakit spesifik dari demensia.  Berbeda dengan beberapa penyakit atau gangguan fungsi tubuh akibat infeksi dan penggunaan obat yang menyebabkan demensia, penyakit Alzheimer disebabkan kerusakan atau kematian sel otak dan belum dapat disembuhkan hingga saat ini.

 

Penyebab penyakit Alzheimer yang pasti belum diketahui. Beberapa alternatif penyebab yang telah dihipotesa adalah intoksikasi logam, gangguan fungsi imunitas, infeksi virus, polusi udara/industri, trauma, neurotransmiter, defisit formasi sel-sel filament, presdiposisi heriditer. Dasar kelainan patologi penyakit Alzheimer terdiri dari degenerasi neuronal, kematian daerah spesifik jaringan otak yang mengakibatkan gangguan fungsi kognitif dengan penurunan daya ingat secara progresif. Adanya defisiensi faktor pertumbuhan atau asam amino dapat berperan dalam kematian selektif neuron. Kemungkinan sel-sel tersebut mengalami degenerasi yang diakibatkan oleh adanya peningkatan kalsium intraseluler, kegagalan metabolisme energi, adanya formasi radikal bebas atau terdapatnya produksi protein abnormal yang non spesifik. Penyakit Alzheimer adalah penyakit genetika, tetapi beberapa penelitian telah membuktikan bahwa peran faktor genetika, tetapi beberapa penelitian telah membuktikan bahwa peran faktor non-genetika (lingkungan) juga ikut terlibat, di mana faktor lingkungan hanya sebagai pencetus faktor genetika.

 

 

 

Sumber:

http://e-journal.uajy.ac.id/11006/3/2TA14256.pdf

Hardywinoto & Setiabudhi. (1999). Panduan gerontologi tinjauan dari berbagai aspek: Menjaga keseimbangan kualitas hidup para lanjut usia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hurlock, E. B., (2008). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/perbedaan-alzheimer-dan-demensia-pikun/

http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/13168/1/T1_802013095_Full%20text.pdf

Papalia, O. (2001). Perkembangan pada remaja. Jakarta : Rineka Cipta.

Schaie, K.W. & Willis, S. L. (2000). Adults development and aging. (3rd Edition). New York: Harper Collins.

Hari Peduli Autisme Sedunia

Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day) diperingati setiap tanggal 2 April tahunnya, setelah ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 18 Desember 2007. Penetapan tersebut berdasarkan usulan perwakilan negara Qatar dan didukung oleh semua negara anggota. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membuat hari peringatan tersebut untuk mendorong negara-negara yang menjadi anggota PBB meningkat kesadarannya tentang autisme di seluruh dunia.

 

Perayaan ini biasanya diwakilkan dengan adanya penggunaan atribut berwarna biru dengan berisikan pernyataan peduli terhadap autis. Tidak hanya itu, perayaan autis di beberapa negara melibatkan bangunan besar sebagai landmark. Contohnya di UEA, beberapa bangunan di Abu Dhabi seperti Emirates Palace, Capital Gate, Shaikh Zayed Bridge, Central Market, Adnoc Buildings, akan menyala berwarna biru. Di New York, Gedung Putih pun akan menyala biru untuk memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia. Sementara di Indonesia khususnya di Jakarta sendiri, peringatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia dirayakan Yayasan Autisma Indonesia (YAI) dengan turut berpartisipasi dalam kampanye global ‘Light it Up Blue’. Sepanjang April 2018 silam, Monumen Nasional (Monas) , patung HI dan simpang Susun Semanggi akan diselimuti cahaya biru. Tak hanya di Jakarta, landmark kota lain yang turut berpartisipasi antara lain Tugu Kujang, Lawang Salapan dan Balaikota di Bogor, Jawa Barat. Sorot lampu warna biru menjadi tanda solidaritas pada para penyandang autisme. Cahaya biru ini juga melambangkan pesan, harapan dan penyertaan bagi penyandang autisme. Hari Kesadaran Autisme Sedunia ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyadarkan kepada masyarakat pentingnya kepedulian terhadap kaum autis. Sebab kaum autis dianggap sebagai kaum lemah bagi sebagian orang awam. Kata autis pun kerap kali dipakai untuk julukan bagi mereka yang memiliki IQ dibawah rata-rata.

 

Setiap hari peringatan biasanya memiliki tema tersendiri, untuk tema dari peringatan Hari Penyadaran Autisme Sedunia tahun ini ialah ‚ÄúAssistive Technologies, Active Participation‚ÄĚ (penggunaan teknologi, partisipasi aktif untuk orang dengan autisme). Tema tersebut dipilih dan dibuat oleh PBB, karena

 

Autisme sendiri merupakan gangguan perkembangan pada anak yang berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dengan orang lain terganggu. Kondisi yang dialami seumur hidup ini tak memandang jenis kelamin atau ras.  Dikutip dari UN News, autisme ditandai dengan cara interaksi sosial yang unik. Penyandang autisme tak memiliki cara belajar layaknya anak-anak pada umumnya. Mereka memiliki ketertarikan mendalam pada objek tertentu, kecenderungan untuk berubah-ubah kebiasaan, dan cara tertentu dalam mengolah sensor informasi. Autisme sekarang disebut sebagai gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD). Hal ini karena gejala dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap penderita. Gangguan yang termasuk dalam ASD adalah sindrom Asperger, gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS), gangguan autistik, dan childhood disintegrative disorder. Berdasarkan data yang dihimpun WHO, autisme terjadi pada 1 dari 160 anak di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, hingga saat ini belum ada data yang pasti mengenai jumlah penderita autisme.

 

Sumber:

https://www.alodokter.com/autisme

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190402114728-255-382814/mencapai-kesetaraan-orang-dengan-autisme-lewat-teknologi

https://isyf.or.id/2017/04/02/hari-autis-sedunia-international-autism-day/

http://kaltim.tribunnews.com/2018/04/02/makna-dan-tema-tentang-perayaan-hari-peduli-autisme-sedunia-yang-diperingati-hari-ini

https://www.un.org/en/events/autismday/index.shtml

Bystander Effect

Adakah di antara kalian yang pernah ‚Äėdikacangin‚Äô di grup sosial media kalian, padahal kalian sedang membutuhkan bantuan atau melontarkan pertanyaan yang penting? Kalau pernah, itu adalah bagian dari fenomena Brystander Effect. Pernahkah kalian mendengarnya? Atau mau tahu lebih jelasnya tentang Bystander Effect? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

 

Bystander Effect adalah sebuah fenomena psikologi sosial yang terjadi ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan, namun orang-orang di sekitarnya yang melihat akan berpendapat pasti ada yang membantu. Celakanya, semua orang berpikiran seperti itu dan akhirnya tak seorang pun datang membantu. Apakah kalian pernah mengalaminya juga? Pernah terpikir kah tentang alasan bisa terjadi hal ini?

 

Nah, ternyata ada dua hal yang menyebabkan Bystander Effect terjadi. Pertama, kehadiran banyak orang di sekitar lokasi kejadian membuat difusi tanggung jawab. Hal ini disebabkan ada kehadiran pengamat-pengamat lainnya, atau orang lain di sekitar, membuat seseorang tidak merasa ada keharusan untuk melakukan tindakan. Karena tidak ada pembagian tanggung jawab di antara orang-orang yang melihat kecelakaan itu. Mereka saling menggantungkan tanggung jawab kepada satu sama lain, sehingga tidak ada inisiatif untuk mengambil alih tanggung jawab.

Yang kedua yaitu kebutuhan untuk berperilaku dengan cara yang benar dan dapat diterima secara sosial. Ketika menyaksikan sebuah kecelakaan dan orang lain tidak ada yang bereaksi dan menolong, orang lain sering menafsirkan hal ini sebagai tanda bahwa tidak ada respon yang harus dilakukan. Jadi, orang-orang di sekitar situ benar-benar tidak melakukan apapun.

 

Mau tahu fakta yang mengejutkan?? Ternyata fenomena ini tak hanya terjadi pada orang dewasa, lho! Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Psycological Science baru-baru ini menemukan bahwa Bystander Effect juga terjadi pada anak-anak. Padahal pada studi sebelumnya anak-anak sering membantu.

Penelitian tersebut dilakukan pada 60 orang anak umur lima tahun. Mereka ditempatkan pada situasi di mana mereka dihadapkan pada sebuah kecelakaan kecil. Peneliti menempatkan anak pada sebuah ruangan dan anak itu diminta mewarnai dengan cat air. Di bawah pengawasan peneliti anak tersebut pun mewarnai. Selain itu peneliti juga menempatkan dua anak lainnya yang diperintahkan dengan skenario tertentu untuk membantunya nanti.

Sebelum anak-anak mulai mewarnai, peneliti melihat genangan air dan menyekanya dengan tisu. Ia pun meninggalkan tisu yang tersisa di lantai. Beberapa saat kemudian, peneliti “sengaja” menumpahkan cat air dibatas meja. Ia mencoba menahan air dengan tangan dan, setelah sekitar 15 detik, ia menyerah dan berkata “Ups,” lalu mengerang. Dia semakin memperlihatkan penderitaannya lebih jelas. Jika tak ada yang membantunya, dia meminta anak-anak untuk memberinya tisu. Dan jika tidak ada yang membantu setelah 90 detik, peneliti mengambil tisu sendiri.

Menurut temuan, ketika anak-anak lain yang hadir dan bersedia untuk membantu, peserta penelitian tidak bereaksi untuk mengambil tisu untuk peneliti. Jika anak-anak lain tidak membantu barulah para peserta mengambil tisu untuk membantu.¬† Peserta yang sendirian dengan peneliti di ruangan ternyata yang lebih cepat membantu daripada ketika mereka berada di dalam ruangan bersama dengan anak-anak lain. Menariknya, anak-anak mengatakan bahwa itu bukan tanggung jawab mereka untuk membantu peneliti jika ada anak-anak lain di ruangan untuk membantu. “Studi ini menunjukkan bahwa meskipun anak-anak biasanya sangat membantu, kecenderungan untuk membantu dapat berbeda dalam keadaan tertentu,” kata psikolog dan peneliti, Maria Pl√∂tner.

 

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya ialah…Apa yang dapat kita lakukan agar tidak terjadi Bystander Effect? Beberapa psikolog berpendapat bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan kepekaan kita akan kecenderungan terjadinya Bystander Effect adalah cara terbaik untuk mematahkannya. Ketika kita berhadapan dengan situasi yang membutuhkan tindakan, mengerti bagaimana Bystander Effect bekerja mungkin akan membuatmu secara sadar mengambil keputusan yang membantu. Walau begitu, bukan berarti kamu harus menempatkan dirimu dalam situasi yang berbahaya, ya!

 

Nah, bagaimana jika kita adalah orang yang membutuhkan bantuan? Bagaimana kita bisa menginspirasi orang untuk membantu? Salah satu taktik yang sering direkomendasikan adalah memilih satu orang dari kerumunan. Buat kontak mata dan minta orang itu secara khusus untuk membantu. Dengan mempersonalisasikan dan menyesuaikan permintaan Anda, menjadi lebih sulit bagi orang untuk menolak Anda. Mengapa demikian? Karena orang akan cenderung merespon ketika diberi stimulus secara personal dibandingkan stimulus secara general. Selamat mencoba!

 

Sumber:

https://blogs.winona.edu/wellness/bystander-intervention-month/

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150327130618-255-42332/bystander-effect-tak-hanya-terjadi-pada-orang-dewasa#

https://www.therespectcampaign.com/bystander-effect-discussed-cyber-health-summit/

https://www.verywellmind.com/the-bystander-effect-2795899

 

ABRAHAM MASLOW

Gerakan psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang.Para tokohnya berpendapat bahwa psikologi terutama psikologi behavioristik
mendehumanisasi manusia. Salah satu tokoh psikologi humanistik adalah Abraham Maslow. Siapakah dia? Yuk simak biografinya!

Abraham Harold Maslow lahir pada 1 April 1908 di Brooklyn, New York. Maslow adalah anak sulung dari tujuh bersaudara yang mana orangtuanya adalah imigran berkebangsaanRusia-Yahudi yang pindah ke Amerika Serikat sebagai pembuat senjata.

Imigran kala itu relatif tidak berpendidikan, makanya, Maslow dan adik-adiknya justru didorong untuk belajar; Maslow yang merupakan anak tertua didorong sangat keras karena ia diakui sebagai seorang intelektual di usia muda. Bagaimana tidak? Sejak kecil, Maslow berbeda dengan yang lain. Ia seorang yang pemalu, neurotik, dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecerdasan otak yang luar biasa. Dengan IQ 195,ia unggul di sekolah. Ketika beranjak remaja, Maslow mulai mengagumi karya para filsufseperti Alfred North Whitehead, Henri Bergson, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Plato, danBaruch Spinoza. Sudah begitu, Maslow adalah satu-satunya anaklaki-laki Yahudi di sebuah perkampungan non Yahudi di pinggiran kota Brooklyn. Iasendiri seperti merasa sebagai orang negro pertama yang berada di sekolah yang seluruhmuridnya adalah anak-anak kulit putih dan diperlakukan sama seperti anak-anak negro,terisolasi, tertekan dan tidak bahagia.

Sejak kecil dan remaja, Maslow sudah senang membaca. Pagi-pagi dia pergi ke perpustakaan yang dekat dari rumahnya untuk meminjam buku. Apabila berangkat ke sekolah,dia pergi satu jam sebelum masuk kelas. Selama satu jam tersebut dia pergunakan untukmembaca buku yang dia pinjam dari perpustakaan. Di samping berkutat dalam kegiatan kognitif,ia juga mempunyai banyak pengalaman praktis. Ia bekerja sebagai pengantar koran danmenghabiskan liburan dengan bekerja pada perusahaan keluarga.

Maslow awalnya belajar hukum untuk memenuhi keinginan orang tuanya, tapi ia menghadiri kuliah di Universitas Wisconsin. Di Wisconsin ia berubah tunduk ke psikologi, menerima gelar BA pada tahun 1930, gelar MA pada tahun 1931 dan Ph.D pada tahun 1934. Di Wisconsin ia dibimbing oleh Harry Harlow, seorang psikolog terkenal untuk karyanya pada monyet rhesus dan perilaku. Maslow mengembangkan melihat perilaku dominasi primata dan seksualitas.

SUMBER:
http://repository.uinbanten.ac.id/514/4/BAB%20II.pdf

https://www.academia.edu/38035269/PSIKOLOGI_HUMANISTIK_ABRAHAM_MASLOW_Biografi_Abraham_Maslow

Zikrun, Teori Humanistik Abraham Maslow Dalam Perspektif Islam, Vol.2 No.01, Januari 2018, h.13.

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD)

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD)

ūüďĎ”Be a Leader, Stay Humanis and Proud of Our Almamater”
ūüďÖ 8 s.d 10 Februari 2019

Hari pertama
-Pembukaan acara
-Menyanyikan lagu Indonesia Raya & Mars
Muhammadiyah
-Sambutan ketua BEM
-Serah terima OC-SC
-Materi 1 Kepemimpinan dalam Islam oleh Bang Nur Muhamad Faisal & Bang Rifqi Taufiqulhakim
-Penyerahan sertifikat kepada pemateri ke-2 Konstitusi KM UHAMKA oleh Kak Qisthina Arsi Febriani, S.Psi & Bang Erika Feri Susanto
-Materi 3 Manajemen waktu oleh Bang Muhammad Yusup, S.Psi & Kak Nurhasanah, S.Psi

Hari kedua
-Senam pagi
Focus Group Discussion (FGD)
-Materi 4 Administrasi Kelembagaan oleh Kak Jeny Hokita, S.Psi & Kak Aisyah Nurani
-Penyerahan sertifikat kepada pemateri ke-5 Bang Picky Andri, S.Psi
-Materi 6 Retorika dasar oleh Bang Deaz Alfin Azhari
-Materi 7 Manajemen aspirasi oleh Bang Muhammad Rafadil & Kak Elsya Maratosi Lubis

-Simulasi materi 8 teknik persidangan dengan pemateri Bang Harry Setiawan & Bang Ahmad Farhan Rija
-Materi 9 Sejarah KM Psikologi UHAMKA oleh Bang Haries Mahrum, S.Psi & Bang Yogi Pangestu, S.Psi

Hari ketiga
Outbound
-Pengukuhan
-Solat berjamaah
-Mabes