Gordon Alport, (lahir di Montezuma, Indiana , 11 November 1897 – meninggal di Cambridge, Massachusetts , 9 Oktober 1967 pada umur 69 tahun) merupakan seorang psikolog. Ia meraih gelar doktor psikologi dari Harvard pada tahun 1922. Ia menghabiskan kariernya untuk mengembangkan teori, mengkaji persoalan-persoalan sosial, seperti prasangka, kecurigaan, komunal, serta mengembangkan tes kepribadian. Menurut Allport, salah satu yang paling memotivasi manusia adalah kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologisnya. Kecenderungan ini disebut Allport dengan pemfungsian oportunistik. Pemfungsian oportunistik bersifat reaktif, berorientasi masa lalu, dan biologis. Sekalipun demikian, Allport menganggap pemfungsian oportunistik ini tidak terlalu penting dalam memahami perilaku manusia, justru kebanyakan perilaku manusia dimotivasi oleh sesuatu yang lain, sesuatu yang berfungsi dalam rangka ekspresi diri yang oleh Allport disebut “pemfungsian propriate”. Maksudnya adalah apapun yang dilakukan seseorang dalam hidup biasanya adalah demi menunjukkan siapa dirinya. Pemfungsian diri ini bersifat reaktif, proaktif, berorientasi masa depan, dan psikologis. Kata propriate berasal dari kata proprium yang berarti konsep diri. Maksud dari Allport dengan memberi tekanan lebih kepada proprium ialah untuk mendefinisikan konsep diri sehati-hati mungkin.

Batik

Definisi Batik
Batik adalah kain yang dilukis dengan canting dan cairan lilin malam. Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa yaitu “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik” atau “matik” (kata kerja dalam bahasa Jawa berarti membuat titik). Dari sini muncul istilah “ambatik” pada masa lalu yang sekarang lebih dikenal dengan istilah “batik”. Ambatik sendiri mengacu pada teknis melukis titik-titik yang rumit, mengapa titik? Karena garis dan motif yang dihasilkan oleh canting terdiri dari sebuah titik. Walau secara definisi batik tersusun dari titik-titik rumit yang dihasilkan oleh canting, metode pembuatan batik sendiri ada beragam macam, seperti cap, cetak, dan printing.

Sejarah Singkat Batik
Awal mulanya, penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik membatik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan ditemukannya kain pembungkus mumi yang dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan semuanya ialah batik tulis sampai awal abad XX, sedangkan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Perempuan-perempuan Jawa zaman dahulu menjadikan keterampilan mereka membuat batik tulis sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa itu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif untuk wanita. Sementara pria masuk ke bidang batik-membatik setelah ditemukannya batik cap.
Menurut buku Fabric of Enchantment: Batik from the North Coast of Java (1996) yang ditulis oleh Rens Heringa, batik pertama kali ada di Indonesia sekitar tahun 700an. Diperkenalkan oleh orang India saat Raja Lembu Amiluhur (Jayanegara) yang merupakan raja kerajaan Janggala menikahkan putranya dengan seorang putri India. Dalam bagian lain buku itu, disebutkan kalau batik dalam bentuk yang lebih primitif justru sudah dimiliki oleh orang Toraja (Tana Toraja, Sulawesi Selatan) sebelum ada di tanah Jawa. Pada abad ke-12, ditemukanlah teknik membatik dengan canting, di mana lilin ditorehkan menggunakan alat ini. Pada saat inilah istilah membatik (ambatik) lahir ke dunia. Hanya di Indonesia, terutama di pulau Jawa yang pada waktu itu menggunakan canting untuk menorehkan lilin ke permukaan kain mori. Nah, canting inilah yang membuat batik Indonesia sangat mendetail dan kaya motif dibandingkan dengan batik di belahan dunia lain.

Jenis Batik
Pada umumnya, batik terdiri dari 3 jenis. Yaitu batik tulis, batik cap dan batik print. Batik tulis dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sedemikian rupa sehingga bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran sebagai jalan keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain. tidak ada pengulangan yang jelas pada bentuk gambar pada batik tulis, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan batik cap. Gambar batik tulis dapat dilihat di kedua sisi kain (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus. Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna goresan motif (batik tulis putih atau tembokan). Setiap potongan gambar yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Hal ini berbeda dengan batik cap, karena antara gambar satu dengan gambar lain kemungkinan bisa sama persis. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis biasanya 2 atau 3 kali lebih lama dari pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 1 hingga 3 bulan. Hal ini berpengaruh ke harga jual batik tulis yang relatif lebih mahal daripada batik cap maupun batik print karena kualitas batik cap relatif lebih bagus, mewah dan unik.
Jenis batik yang kedua ialah batik cap. Dalam sejarahnya pada pertengahan abad ke 19, sebuah alat terbuat dari tembaga atau biasa disebut cap, digunakan untuk membuat pola pada kain batik. Teknik baru tersebut memulai era batik cap. Pola yang terbentuk pada batik cap biasanya berbentuk persegi. Batik cap ini kemungkinan besar terinspirasi oleh alat cap berbahan kayu yang sudah lama digunakan di India. Masuknya teknik cap berdampak besar pada produksi batik. Pengusaha dari Arab dan China melihat hal ini sebagai potensi bisnis. Mereka saling mengadakan pelatihan pembuatan batik dengan teknik cap yang terpusat di wilayah pesisir Jawa bagian utara. Batik yang sebelumnya banyak diproduksi oleh kaum wanita akhirnya mulai dikerjakan oleh para pria yang memproduksi batik cap di pabrik. Hal ini disebabkan beban kerja di pabrik lebih menuntut peran laki-laki yang mengutamakan daya tahan fisik. Lambat laun, produksi batik tulis yang menjunjung tinggi makna batik melalui simbol-simbol yang terkandung dalam pola batik menurun. Produksi batik tulis tergeser oleh batik cap yang lebih menguntungkan dari segi finansial. Di sisi lain, persentase masyarakat yang membeli batik tulis menurun, akibatnya batik yang dicetak dan imitasi mendominasi pasar. Karena produksinya yang terbatas, sebuah batik tulis yang bagus dapat dihargai mahal.
Batik Sablon atau Batik Print adalah jenis batik yang ketiga. Batik ini adalah salah satu jenis hasil proses produksi batik yang teknis pembuatannya melalui proses sablon manual (seperti pembuatan spanduk atau kaos), atau printing mesin pabrik. Berbeda dengan batik cap, batik print ini hanya satu sisi kain mori saja yang mengalami proses pewarnaan. Sehingga warna dari batik print ini relatif lebih mudah pudar. Kelebihan dari batik print adalah kecepatan dalam produksinya, karena sekali cetak satu warna hanya membutuhkan waktu 5 menit dengan hasil sesuai dengan ukuran plangkan yang digunakan. Selain itu motif batiknya juga bisa lebih detail. Teknik batik print umumnya digunakan oleh produsen batik untuk memenuhi seragam dalam jumlah yang cukup besar, sehingga biaya produksinya bisa lebih hemat.

Batik dan UNESCO
Seperti yang kita ketahui, UNESCO (United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization) adalah sebuah sebuah organisasi yang berdiri dengan tujuan untuk membantu PBB dalam meningkatkan kerja sama antar negara dan bangsa di dunia ini melalui bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Pada tanggal 2 Oktober 2009, batik Indonesia secara resmi diakui oleh UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative Live of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi. Depbudpar menyatakan masuknya Batik Indonesia dalam UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung usaha meningkatkan kesejahteraan rakyat. UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Representative List karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia; memberi kontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya takbenda pada saat ini dan di masa mendatang. UNESCO juga mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal, bayi digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan yang meninggal ditutup dengan kain batik. Depbudpar menyatakan upaya agar Batik Indonesia diakui UNESCO ini melibatkan para pemangku kepentingan terkait dengan batik, yakni pemerintah, maupun para pengrajin, pakar, asosiasi pengusaha dan yayasan/lembaga batik serta masyarakat luas dalam penyusunan dokumen nominasi.

Apa Itu BEM?

Apa itu BEM? Badan Eksekutif Mahasiswa atau yang sering disebut BEM adalah sebuah organisasi yang ada di dalam kampus. BEM yang ada dalam tingkat universitas disebut BEM Universitas atau biasa disingkat sebagai BEM U, sedangkan dalam tingkat di bawah universitas yakni fakultas, BEM disebut BEM Fakultas atau biasa disingkat sebagai BEM F.

BEM adalah suatu organisasi yang mewadahi berbagai inspirasi mahasiswa serta membina anggotanya menuju suatu pergerakan yang cerah demi terciptanya suatu pencapaian yg baik.

BEM yang ada di Fakultas Psikologi UHAMKA merupakan wadah bagi mahasiswa Psikologi UHAMKA untuk menyumbangkan inspirasi dan aspirasinya agar dapat menjadikan Fakultas Psikologi yang lebih baik lagi.

BEM juga berperan sebagai tempat bagi mahasiswa aktif dalam menjalankan fungsinya melalui program kerja yang diadakan oleh BEM. Di antara fungsi mahasiswa adalah sebagai agent of change, social control, iron stock, dan moral force.
Ranah Kerja BEM yaitu menjalankan program-program yang mewadahi segala aspirasi dan minat bakat dari para mahasiswa.

“Struktur dari BEM Fakultas Psikologi UHAMKA.”
Tahukah kamu bagaimana struktural organisasi BEM Fakultas Psikologi UHAMKA? Dan apa saja bidang yang terdapat dalam BEM Fakultas Psikologi UHAMKA?

BEM Fakultas Psikologi UHAMKA terdiri dari BPH dan 5 bidang. BPH atau Badan Pengurus Harian terdiri dari 4 orang yaitu Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum dan Bendahara Umum. 5 bidang yang ada di dalamnya yaitu
Bidang 1: Kaderisasi dan Organisasi,
Bidang 2: Keilmuan,
Bidang 3: Sosial Politik,
Bidang 4: Komunikasi dan Informasi (KOMINFO),
Bidang 5: Seni Budaya dan Olahraga (SENBUDORA).

Badan Pengurus Harian atau BPH adalah badan pengurus harian yang memiliki tugas untuk membina organisasi, dan mengontrol jalannya organisasi.

Bidang 1. Sesuai namanya, yaitu Kaderisasi dan Organisasi, bidang 1 menangani masalah pengkaderan dan organisasi yang ada di Fakultas Psikologi UHAMKA. Baik melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan rekrutmen pengkaderan, maupun dinamika organisasi. Bidang 1 juga berfungsi membantu BPH untuk mengontrol dan mengawasi kerja bidang-bidang lainnya.

Bidang 2. Sesuai namanya yaitu Keilmuan, bidang 2 menangani setiap masalah yang berhubungan dengan akademik. Seperti memberikan wadah terkait kegiatan-kegiatan akademik maupun informasi mengenai keilmuan.

Bidang 3 yaitu Sosial Politik yang bertindak untuk memantau dan menangani masalah sosial dan politik yang terjadi di antara masyarakat dan mahasiswa.

Bidang 4 yaitu KOMINFO bertugas untuk memberikan berbagai informasi yang ada umumnya seputar psikologi khususnya seputar Fakultas Psikologi UHAMKA. Selain itu, KOMINFO juga bertugas mendokumentasikan setiap acara yang dilaksanakan oleh BEM. KOMINFO juga menampung saran dan aspirasi mahasiswa aktif Fakultas Psikologi UHAMKA yang akan diberikan kepada BEM.

Bidang 5 sesuai namanya yaitu Seni Budaya dan Olahraga (SENBUDORA), bidang 5 ini menangani semua hal yang berkaitan dengan seni, budaya dan olahraga. Misalnya, menaungi dan melakukan koordinasi dengan komuitas yang ada di Fakultas Psikologi UHAMKA. Seperti komunitas Badminton, Basket, Futsal, tari Saman, Tari Tradisional dan Petalogika.

Twibbon Pekan Ta’aruf 2018 Fakultas Psikologi UHAMKA

Hallo Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi UHAMKA!! Yuk ekspresikan semangat baru kalian dengan cara pakai twibbon dan mengunggahnya di akun instagram kalian dengan cara:
1. Download twibbon dengan cara klik link berikut ini => https://drive.google.com/file/d/1L4NwbA3SP0XBfa-vQ6knBTt13_MuYXCX/view?usp=sharing
2. Edit bingkai twibbon yang telah kalian download dan masukkan foto terbaik kalian
3. Upload ke instagram kalian dan tag ke @psikologiuhamka disertai dengan caption berikut:
“Hallo teman-teman, perkenalkan nama saya ….. Mahasiswa Baru dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Saya generasi milenial yang siap berperan untuk Indonesia melalui catur dharma perguruan tinggi muhammadiyah.”
#PETAFPSIUHAMKA2018
#PSIKOLOGIUHAMKA
#BANGGAUHAMKA
#MAHASISWAMILENIAL
#GENERASIEMASINDONESIA

Psychocup

Mahasiswa/i sebagai makhluk sosial dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari sikap kompetitif baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Dalam bidang akademik Mahasiswa/i bersaing untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, sedangkan untuk bidang non akademik Mahasiswa/i bersaing untuk mendapatkan penghargaan dari suatu perlombaan. Kompetitif atau perlombaan bisa dilakukan oleh individu maupun kelompok.

Memenangkan suatu perlombaan tentunya membutuhkan sebuah strategi yang dibentuk oleh kelompok. Dalam upaya mengembangkan strategi diperlukan ide-ide kreatif dari masing-masing anggota kelompok. Dalam berkompetisi strategi bisa berjalan dengan baik apabila individu dalam kelompok tersebut bisa bekerja sama dengan efektif. Untuk bisa bekerja sama dengan baik tentulah dibutuhkan sikap solidaritas antar individu dalam kelompok tersebut. Sikap solidaritas bisa ditumbukan kelompok dengan latihan rutin menjelang perlombaan menggunakan strategi yang telah dibuat sebelumnya dengan tujuan meningkatkan solidaritas antar sesama anggota kelompok.

Dilihat dari fenomena yang muncul saat ini, kurangnya rasa solidaritas antar Mahasiswa/i dapat berdampak buruk dan menimbulkan perpecahan. Hal ini sangat disayangkan karena tanpa adanya rasa solidaritas antar Mahasiswa/i akan menmbulkan sikap diskriminasi dan melahirkan sikap ketidakpedulian. Hal itu terjadi karena kurangnya minat Mahasiswa/i untuk mengeksplor kemampuannya sendiri baik dalam bidang akademik maupun non akdemik serta kurangnya wadah untuk Mahasiswa/i menyalurkan bakatnya tersebut.

Maka dari itu, kami ingin meningkatkan sikap sportifitas dan solidaritas antar sesama Mahasiswa/i. Untuk menamkan kepedulian antar sesama kami selaku BEM Fakultas Psikologi UHAMKA (Bidang V Seni Budaya dan Olahraga) mengajak Mahasiswa/i Fakultas Psikologi dari seluruh Universitas se-Jabodetabek untuk bergabung dalam acara PSYCHOCUP (PsychologiCup). Acara ini berisikan lomba untuk Fakultas Psikologi antar Universitas. Untuk lombanya sendiri kami mengadakan; lomba futsal, lomba basket, lomba badminton.

Kegiatan Psychocup ini merupakan sebuah kegiatan untuk meyalurkan bakat dan minat Mahasiswa aktif Fakultas Psikologi UHAMKA, memperkenalkan Fakultas Psikologi UHAMKA kepada Fakultas Psikologi Universitas lain, dan menjalin silaturahmi antara Fakultas Psikologi UHAMKA dengan Fakultas Psikologi Universitas lain. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap agar Mahasiswa/i tidak hanya terampil di bidang akademik saja, tapi terampil di bidang nonakademik.

One Day With YU

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang selalu di nantikan kedatangannya oleh kaum muslim diseluruh dunia setiap tahunnya. Bulan Ramadhandikenal sebagai bulan yang penuh pengampunan serta kenikmatan. Dimana banyak dari kaum musliminberlomba-lomba untuk berbuat kebaikandalam menyabut bulan Ramadhan ini. Kaum muslimin yang melakukan kebaikan pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Adapun amalan yang akan mendatangkan banyak pahala yaitu : membaca Al-Qur’an, bertasbih, memperbanyak amalan sunnah, dan memperbanyak infaq serta sedekah kepada orang yang kurang mampu salah satunya adalah anak yatim.

Anak yatim merupakan anak yang telah ditinggal oleh salah satu orang tuanya. Anak yatim ini dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri sejak kecil karena ketiadaan salah satu orang tua yang seharusnya mengarahkan atau membimbing mereka. Dengan adanya anak yatim kita bisa mendapatkan pelajaran untuk senantiasa berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Berbagi tidak hanya dengan materi tetapi juga bisa dalam bentuk silaturahmi. Dengan adanya silatuhrami ini akan terjalin komunikasi antara mahasiswa aktif  Fakultas Psikologi UHAMKA dengan anak yatim di panti asuhan tersebut.

Oleh karena itu BEM Fakultas Psikologi UHAMKA (Bidang 3 Sosial dan Politik) mengadakan kegiatan One Day With YU (Yatim Piatu) dengan tema “Berkah Ramadhan Psikologi Berbagi” dimana kegiatan ini bermaksud untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim tersebut dengan silaturahmi bersama mereka sekaligus bersedekah di bulan Ramadhan. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat memberikan sedikit kebahagiaan kepada anak-anak yatim tersebut serta dapat meningkatkan jiwa kepedulian sosial dan meningkatkan ukuwah Islamiyah mahasiswa aktif Fakultas Psikologi UHAMKA kepada mereka yang kurang mampu.

Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya

LKTM atau Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya merupakan pengkaderan tingkat kedua pada jenjang pengkaderan di KM UHAMKA yang bertujuan sebagai media aktualisasi dan pengembangan potensi kreatif secara mandiri dengan kemampuan analitis dalam meresponpersoalan organisasi dan potensi fakultas. Dalam LKTM ini kader tidak belajar dari awal mengenai apa itu organisasi melainkan mereka harus menjalankan organisasi tersebut.

Kali ini, BEM Fakultas Psikologi UHAMKA (Bidang 1 Organisasi dan Kaderisasi) mengadakan LKTM dengan tema “Meningkatkan Kualitas Kader yang Kritis, Aktif, dan Kreatif dalam Upaya Mencapai Progresivitas Kelembagaan”. Jelas terlihat tujuan dari LKTM ini yaitu membentuk jiwa kemahasiswaan itu menjadi mahasiswa yang kritis, aktif, dan kreatif. Semua mahasiswa pasti kritis bahkan mahasiswa apatis sekalipun, namun kritis tersebut tidak mereka luapkan dalam bentuk ucapan maupun pergerakan, maka dari itu kami mengharapkan kritis ini mereka akan aktif membuat suatu pergerakan yang kreatif dalam wadah organisasi kemahasiswaan sehingga tercapainya kemajuan ke arah yang lebih baik. Kegiatan LKTM ini diadakan pada tanggal 27-29 April 2018 di Kampus UHAMKA Limau dan di Pondok Bina Santri Mandiri, Kemang, Bogor.

BAKSOPI

Belajar bisa dilakukan melalui banyak media, salah satunya bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti interaksi sosial. Kegiatan dan interaksi sosial bisa diaplikasikan dengan kegiatan bakti sosial. Dengan ini, BEM Fakultas Psikologi UHAMKA (Bidang 3 Sosial Politik) mengadakan kegiatan Bakti Sosial Orang Pinggiran (BAKSOPI) yang merupakan program kerja unggulan dari ketua dan wakil ketua umum BEM Fakultas Psikologi UHAMKA Periode 2017-2018. Kegiatan BAKSOPI ini diadakan pada Jumat, 30 Maret 2018 sampai dengan Minggu, 1 April 2018 di Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor dengan tema “Mewadahi Mahasiswa/i untuk Peduli Sosial dan Menciptakan Generasi Muda yang Berintelektual”.

Dalam kegiatan ini mahasiswa/i dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar, dapat belajar dari kebiasaan dan ciri khas desa tersebut serta dapat mengabdikan diri mereka kepada masyarakat dalam bentuk pengajaran. Kegiatan ini juga sesuai dengan Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah tentang pengabdian masyarakat yaitu suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mewadahi mahasiswa/i dalam menjalankan perannya sebagai kontrol sosial (sosial of control) serta dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitarnya.